Begini Suara Ledakan Bintang di Ruang Angkasa

    Lufthi Anggraeni - 05 Januari 2021 13:06 WIB
    Begini Suara Ledakan Bintang di Ruang Angkasa
    NASA berupaya memvisualisasikan suara yang dihasilkan oleh ledakan bintang atau supernova di ruang angkasa.
    Jakarta: Ruang angkasa merupakan ranah yang disebut ilmuwan sebagai ranah kedap suara sehingga audio yang dihasilkan oleh suara ledakan, reruntuhan atau tabrakan galaksi menjadi hal yang sulit ditemukan.

    Mengutip Space.com, program data sonifikasi terbaru memungkinkan NASA mengubahnya menjadi suara yang dimainkan oleh instrumen Bumi. Dengan demikian, masyarakat diklaim akan mampu merasakan suara dari sejumlah fenomena terekstrim di ruang angkasa.

    Untuk mendengarkan suara fenomena tersebut, NASA memanfaatkan pusat sinar X-Chandra yang telah mencitrakan galaksi dengan jarak jauh menggunakan observatorium sinar X-Chandra selama 20 tahun hingga saat ini.

    Penelitian juga mengambil tiga gambar ikonik dari arsip dan menerjemahkan frekuensi cahaya berbeda ke dalam nada suara berbeda pada inisiatif baru ini. Sementara itu, dalam data NASA sonifikasi nebula, sinar X-ray dengan warna biru dan putih diwakili oleh instrumen brass, yaitu instrumen musik tiup logam.

    Sedangkan cahaya optik dengan warna ungu diwakili oleh instrumen senar, dan sinar infra merah dengan warna merah muda diwakili oleh woodwinds atau instrumen musik tiup kayu.  Selain itu banyak nada yang terdengar secara bersamaan, sebab nada suara dari setiap kelompok instrumen meningkat dari bagian bawah gambar ke atas.

    Suara ini berkumpul di dekat pusat nebula, dan pulsar berputar secara cepat sembari mengeluarkan gas dan radiasi ke segala arah. NASA mengunggah dua video dengan salah satunya menunjukan Bullet Cluster.

    Sebagai informasi, Bullet Cluster merupakan dua kelompok galaksi yang perlahan bertabrakan satu sama lain, berjarak sekitar 3,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Tabrakan ini memberikan bukti langsung pertama keberadaan materi gelap.

    NASA menyebut bahwa hal ini menyebabkan galaksi jauh di dua wilayah biru gambar tampak lebih besar dan lebih dekat melalui proses bernama pelensaan gravitasi. Wilayah materi gelap biru tersebut diwakili dengan frekuensi suara terendah dalam video, dengan sinar X diwakili dengan frekuensi tertinggi.

    Sedangkan video terakhir menunjukkan ledakan supernova berukuran besar bernama Supernova 1987A. Nama ini sesuai tahun kali pertama cahayanya mencapai Bumi dari Awan Magellan Besar, yaitu galaksi satelit berjarak sekitar 168.000 tahun cahaya.

    Berbeda dengan dua video lain, supernova ini mendapat perlakuan selang waktu khusus. Saat crosshair menukik di sekitar tepi lingkaran nova, gambar secara bertahap berubah untuk menunjukkan evolusi ledakan antara tahun 1999 hingga 2013.

    Semakin terang cahaya, maka semakin tinggi dan keras suara nada. Selain itu, saat cincin gas mencapai kecerahan puncak saat gelombang kejut supernova menembusnya, NASA menyebut hal ini menghasilkan nada paling keras dan tertinggi di akhir video.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id