Kominfo resmikan Inkubasi Startup Studio Indonesia Batch 2

    Cahyandaru Kuncorojati - 04 Mei 2021 13:41 WIB
    Kominfo resmikan Inkubasi Startup Studio Indonesia Batch 2
    Pembukaan program inkubasi Startup Studio Indonesia Batch 2.



    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mendorong lahirnya talenta digital dan calon startup unicorn baru di Indonesia. Kemarin, mereka resmi menyelenggarakan program inkubasi Startup Studio Indonesia Batch 2 yang akan berlangsung sejak bulan Mei hingga Juli 2021.

    Data yang ada menyebutkan ada sekitar 1.063 pendaftar di 34 provinsi yang ingin bergabung dalam program inkubasi tapi hanya 15 early-stage startup yang terpilih. Program ini sendiri difokuskan pada penyempurnaan produk dan model bisnis serta lainnya termasuk pembangunan karakter dan kompetensi talenta digital.






    Di rangkaian program inkubasi Startup Studio Indonesia Batch 2 diberikan kesempatan sesi coaching dengan lebih dari 60 pendiri dan praktisi startup aktif terkemuka. Di akhir program, tiap startup akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan bisnis startupnya kepada para pemangku kepentingan.

    15 startup yang akan mengikuti Startup Studio Indonesia Batch 2 ini adalah ALIA, Appskep, AVTER, Cerah.co, Dibimbing.id, Legalku, LingoTalk, MyDoctors, Ovento, Prieds, Rahsa Nusantara, SejutaCita, Shieldtag, Tebengan dan Wehelpyou.

    Sejumlah praktisi yang terpilih sebagai mentor di program inkubasi kedua ini di antaranya adalah Grady Laksmono (Co-Founder Moka POS), Melisa Irene (Partner East Ventures), Jonathan Sudharta (Co-founder & CEO Halodoc), John Marco Rasjid (Co-founder & CEO Sociolla), dan Amanda Cole (Co-founder & CEO Sayurbox).

    “Startup Studio Indonesia diharapkan dapat menjawab tantangan utama early-stage startup dan membangun semangat kolaborasi antar pelaku startup untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem ekonomi digital nasional yang tangguh,” ujar Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam sambutannya.

    Kominfo memprioritaskan enam sektor bisnis startup untuk dikembangkan melalui program Startup Studio Indonesia ini, yaitu pendidikan, kesehatan, maritim, agrikultur, pariwisata dan logistik.

    Kategori early-stage startup yang dapat mengikuti program ini adalah startup yang telah memiliki minimum valuable product (MVP) dan traction selama minimal 3 bulan, sedang dalam proses validasi product-market fit, telah berbadan hukum, dan dalam tahap pendanaan Angel, Pre-seed, Seed, Pre-Series A hingga Series A.

    Startup Studio Indonesia memperkuat dan melengkapi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan NextICorn, program pemberdayaan startup digital yang diinisiasi Kominfo. Dari program Startup Studio Indonesia ini, Kominfo menargetkan untuk dapat mencetak 150 startup digital hingga 2024.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id