NASA Bantu Cari Pesawat Misi Pendaratan India di Bulan

    Cahyandaru Kuncorojati - 15 September 2019 11:30 WIB
    NASA Bantu Cari Pesawat Misi Pendaratan India di Bulan
    Desain pesawat nirawak Vikram dan robot penjelajah Pragyan saat masih dalam proses pembuatan. (The Verge)
    Jakarta: Misi pendaratan di bulan oleh India mengggunakan pesawat nirawak Vikram tidak berjalan mulus. Lembaga antariksa India, Indian Space Research Organization (ISRO) menyatakan bahwa mereka kehilangan kontak dengan pesawat nirawak Vikram.

    ISRO mengumumkan bahwa Vikram yang membawa robot rover atau penjelajah seharunya sudah mendarat pada 7 September 2019 kemarin. Namun, jelang detik pendaratan di Bulan justru mereka kehilangan kontak dan kendali.

    ISRO mengumumkan lewat akun Twitter resmi mereka bahwa lokasi moon lander Vikram sudah ditermukan, tapi masih tidak bisa terhubung kontak. Mereka menyatakan Vikram sudah mendarat dipermukaan Bulan, tapi hal ini mengakibatkan hilangnya kontak dan kendali dengan tim di Bumi.

    Dikutip dari Spaceflight Now, lembaga antariksa Amerika Serikat NASA dikabarkan akan membantu India untuk menemukan lokasi keberadaan pesawat nirawak Vikram. Dijelaskan bahwa NASA akan menggunakan satelit pemantau Bulan atau Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) untuk mencari lokasinya.

    Sebetulnya, pihak India juga sudah bisa menemukan lokasi pesawat nirawak Vikram menggunakan orbiter atau pesawat luar angkasa Chandrayaan-2 yang digunakan saat lepas landas dari Bumi. Tidak diketahui apa alasan ISRO tapi mereka enggan membagikan foto yang mereka dapat.

    Dilaporkan bahwa LRO NASA memiliki kamera beresolusi tinggi yang beberapa kali berhasil mengabadikan foto udara lokasi pendaratan di Bulan dari misi Apollo 17 secara jelas. Nantinya LRO NASA akan terbang menuju jalur orbit dari Vikram sebelum mendarat, NASA menyatakan bahwa semua dokumentasi akan bisa diakses publik.

    Sayangnya, NASA harus mengejar waktu yang terbatas. Informasi yang dikumpulkan menyebut bahwa pesawat nirawak Vikram hanya didesain untuk bisa bertahan selama 14 hari setelah mendarat di Bulan.

    Di dalam Vikram sudah disiapkan robot rover atau penjelajah bernama Pragyan yang akan melakukan petualan dan penelitian. Misi pendaratan di Bulan oleh India membawa misi yang cukup berbeda dari negara lain yang mencoba mendarat di Bulan.

    India memiliki misi mendarata di bagian Kutub Selatan dari Bulan. Posisi pendaratan ini dipilih karena ilmuwan di ISRO meyakini di lokasi tersebut terdapat lapisan es termasuk air yang bisa menjadi sumber kehidupan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id