Sudah 50 Tahun, Masih Ada yang Percaya Pendaratan di Bulan Hoaks

    Lufthi Anggraeni - 24 Juli 2019 14:10 WIB
    Sudah 50 Tahun, Masih Ada yang Percaya Pendaratan di Bulan Hoaks
    Setelah 50 tahun, pendaratan di bulan masih dianggap sejumlah pihak sebagai berita palsu.
    Jakarta: Keraguan sejumlah kalangan masyarakat terkait keberhasilan pendaratan astronot di bulan pada 50 tahun lalu, menyebabkan beredarnya informasi yang menyebut pendaratan tersebut merupakan berita palsu dan masih beredar hingga saat ini.

    Situs Space menyebut Phil Plait, tokoh yang dikenal pembaca SyFy sebagai The Bad Astronomer, memiliki perasaan campur aduk terkait dengan anggapan pendaratan di bulan ini sebagai berita palsu.

    Plait mengaku bahwa ia dan rekannya masih harus menyanggah anggapan tersebut hingga saat ini. Pada bulan Februari 2001 lalu, Fox Broadcasting memutar konten dokumentasi berjudul Conspiracy Theory : Did We Land on the Moon?.

    Kala itu, saat seorang teman mengiriminya salinan konten dokumentasi tersebut, Plait mengaku memiliki setumpuk penelitian yang telah disiapkan untuk buku yang ditulisnya, sehingga ia memiliki waktu untuk menuliskan tanggapannya.

    Acara TV Fox ini mempromosikan tulisan Plait ke khalayak luas, dan buku karyanya bertajuk Bad Astronomy: Misconceptions and Misuses Revealed, from Astrology to the Moon Landing 'Hoax’ rilisan tahun 2002 juga terbantu berkat acara tersebut.

    Namun, Plait mengaku bahwa dirinya pernah berharap acara Fox tersebut tidak pernah disiarkan karena membuka kotak pandora besar. Di sisi lain, penayangan acara tersebut juga diakui Plait membantu dalam memberikan informasi yang benar dan memperbaiki kesalahpahaman.

    Sebagai informasi, astronaut Apollo 11 Neil Amstrong dan Buzz Aldrin melangkah di permukaan bulan pada 20 Juli 1969. Kala itu, sejumlah pihak mengaku skeptis bahwa peristiwa tersebut mungkin terjadi dengan dukungan teknologi yang ada.

    NASA telah berupaya untuk menyanggah keraguan masyarakat selama bertahun-tahun, termasuk dengan menawarkan bintang NBA Stephen Curry untuk melihat bebatuan bulan di NASA Johnson Space Center di Houston, setelah sang bintang mengaku tidak mempercayai pendaratan di bulan.

    Selain itu pada awal tahun 2019, juru bicara NASA Allard Beutel berbagi bukti pendukung pendaratan di bulan dengan The Washington Post.

    Pada sesi tersebut, Beutel menyebut batu bulan yang telah dikembalikan memiliki kemampuan untuk memantulkan sinar laser dari peralatan yang ditinggalkan astronaut, serta menunjukan gambar NASA Lunar Reconnaissance Orbiter dari lokasi pendaratan Apollo pada tahun 2011.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id