NASA Ungkap Temuan dari Perjalanan ke Ceres

    Lufthi Anggraeni - 12 Agustus 2020 17:15 WIB
    NASA Ungkap Temuan dari Perjalanan ke Ceres
    NASA mengungkapkan temuan baru terkait planet kerdil di sabuk asteroid di sistem tata surya Bumi.
    Jakarta: NASA mengungkapkan pengamatan selama perjalanannya ke Ceres, bagian misterius dari sabuk asteroid. Ceres merupakan planet berukuran kecil, dan kumpulan berjumlah banyak dari obyek yang ditemukan di cincin bebatuan antara Mars dan Jupiter.

    Kini, ilmuwan menggunakan data dari observasi dunia yang dilakukan NASA yang mengungkapkan rangkaian informasi baru terkait planet kerdil berjarak jauh tersebut. Ceres mengusung lebar 600 mil, dan terletak kurang dari tiga kali jarak Bumi dari Matahari.

    Dengan demikian, letak Ceres tergolong jauh dari bumi namun masih dapat menikmati kehangatan Matahari. Planet ini merupakan salah satu harapan ilmuwan dalam menemukan kehidupan lain di sistem tata surya.

    Dan ilmuwan mengindikasikan temuan mengindikasikan akan memberikan informasi terkait pencarian kehidupan alien di planet kerdil seperti Ceres. Hasil baru yang disuguhkan berasal dari pesawat ruang angkasa Dawn, yang mengorbit di sekitar Ceres dari 2015 hingga 2018, saat kehabisan bahan bakar.

    Sebelum kehabisan bahan bakar, Dawn mengorbit tepat di atas permukaan Ceres, terfokus di kawah Occator, fitur berusia 20 juta tahun yang terlihat memancarkan cahaya tidak biasa. Penelitian menunjukan bahwa Ceres merupakan planet yang didominasi oleh lautan.

    Selain itu, Ceres juga diperkirakan aktif secara geologis dalam beberapa tahun terakhir dan disebut sebagai planet yang merupakan keajaiban dunia. Hal ini mengindikasikan bahwa berbagai bagian bercahaya di permukaan planet terbentuk dari material berbeda.

    Mengutip The Independent, temuan ini didiskusikan di tujuh laporan baru yang dirilis di jurnal Nature, menawarkan berbagai informasi baru terkait dengan planet kerdil ini. Sebagai contoh, peneliti menemukan terdapat waduk air asin berukuran besar di bawah kawah bercahaya tersebut.

    Waduk ini juga diperkirakan dimobilisasi oleh dampak awal pembuat kawal, dan membantu meninggalkan endapan garam yang saat ini berada di permukaan planet dan menciptakan pendaran cahaya yang aneh. Di laporan lain, peneliti melaporkan bahwa terdapat garam klorida terhidrasi di tengah kawah, pada titik tercerahnya.

    Garam tersebut umumnya mengering dengan cepat, mengindikasikan bahwa air asin baru ini didorong melewati permukaan, dan masih tersisa cairan air asin yang ditemukan di dalam Ceres. Laporan lain mengindikasikan bahwa Ceres baru saja berhenti melalui periode aktivitas dari gunung es aktif, yang dimulai sejak sembilan juta tahun lalu.

    Dan lebih banyak penelitian menunjukan bahwa gundukan dan bukit yang ditemukan di kawah diperkirakan terbentuk setelah aliran air, diciptakan oleh dampak awal, membeku. Sebelumnya, hal ini hanya dapat ditemukan di Bumi dan Mars, dan mengindikasikan bahwa Ceres aktif hingga baru-baru ini.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id