September, Ada Kemungkinan Asteroid 50 Meter Tabrak Bumi

    Lufthi Anggraeni - 10 Juni 2019 13:56 WIB
    September, Ada Kemungkinan Asteroid 50 Meter Tabrak Bumi
    Asteroid berukuran 164 kaki diperkirakan akan menabrak bumi pada tanggal 9 September mendatang.
    Jakarta: Asteroid bernama 2006 QV89 berukuran 164 kaki atau sekitar 50 meter dilaporkan memiliki peluang 1 : 7.000 untuk menabrak Bumi pada tanggal 9 September pagi. Hal ini disampaikan oleh European Space Agency (ESA).

    Batu luar angkasa raksasa ini dilaporkan Futurism sebagai satu dari 10 asteroid yang masuk ke dalam daftar ESA Risk List. Daftar tersebut dijelaskan ESA pada situs resminya berisi tingkatan untuk obyek yang terdeteksi memiliki probabilitas dampak non-nol.

    Dampak asteroid ini masih belum tergambarkan secara jelas, namun memiliki ukuran dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan asteroid penyebab kaca jendela di Rusia pecah pada tahun 2013 lalu.

    Peluang asteroid ini untuk menabrak Bumi cenderung kecil, namun agensi luar angkasa seperti ESA dan NASA secara aktif mempersiapkan diri untuk dampak terburuk. Pada bulan lalu, ESA melakukan simulasi terkait bencana yang mungkin akan disebabkan oleh asteroid ini guna membantu saat terjadi keadaan darurat.

    Ahli asteroid berkolaborasi untuk melakukan simulasi fiksional namun berpeluang terjadi terkait dengan dampak tabrakan asteroid di Bumi. Administrator NASA Jim Bridenstine menegaskan kembali pentingnya melacak dan mempelajari asteroid, serta mengambil risiko terkait kemungkinan tabrakan asteroid secara lebih serius.

    Namun peluang bencana yang diperkirakan terjadi pada bulan September mendatang ini dinilai masih tergolong kecil. ESA menyebut bahwa asteroid 2006 QV89 kemungkinan besar akan melewati Bumi dengan jarak jutaan mil pada akhir tahun 2019 ini.

    Setelah asteroid 2006 QV89, Bumi juga harus menghadapi bahaya benturan asteroid selanjutnya yaitu 2009JF1 dengan ukuran 52 kaki atau sekitar 16 meter. Asteroid 2009JF1 memiliki peluang menabrak Bumi 1 : 4.464 dan diprediksi akan terjadi pada tahun 2022.

    Sebelumnya, NASA mengumumkan rencananya untuk menjadikan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebagai pusat aktivitas komersial di orbit rendah Bumi pada hari Jumat.

    Salah satu bagian dari rencana menjadikan ISS sebagai pusat kegiatan komersial adalah membiarkan astronot swasta untuk berkunjung dan tinggal di ISS, menggunakan roket buatan Amerika Serikat.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id