Cahaya Hijau Terdeteksi di Mars

    Lufthi Anggraeni - 12 Agustus 2020 17:14 WIB
    Cahaya Hijau Terdeteksi di Mars
    Ilmuwan telah mengidentifikasi cahaya hijau yang terdeteksi di atmosfer Mars.
    Jakarta: Ilmuwan telah mengidentifikasi cahaya berwarna hijau di atmosfer Mars. Cahaya serupa kerap terlihat oleh astronaut di stasiun ruang angkasa saat melihat ke arah Bumi, dan cahaya ini dilaporkan berasal dari atom oksigen saat terpapar sinar Matahari.

    Mengutip BBC, fenomena ini telah lama diprediksi akan terjadi di planet selain Bumi, namun Trace Gas Orbiter (TGO), satelit hasil kolaborasi Eropa dan Rusia di Mars, menjadi satelit pertama yang melakukan observasi di luar Bumi.

    Namun, pendaran cahaya hijau di Mars ini berbeda dari aurora klasik seperti Northern dan Southern Lights. Emisi ini merupakan konsekuensi dari benturan antara molekul atmosferik dan partikel berlistrik yang berlomba menjauhi Matahari.

    Di Bumi, tipe interaksi ini sangat terpengaruh oleh medan magnet kuat planet, menarik partikel ini ke arah dua kutub. Aurora tidak terfokus dalam cara yang sama dengan Mars, karena planet merah tersebut tidak memiliki medan magnet, meski emisi itu ada dan telah diamati.

    Cahaya hijau yang  dilihat oleh astronaut di pinggir Bumi, dan kini oleh TGO di Mars, berasal dari sumber berbeda dan didukung oleh cahaya Matahari. Atom oksigen meningkat ke level energi lebih tinggi dan saat jatuh kembali ke kondisi awal, atom ini memproduksi emosi tanda hijau.

    Bumi memiliki oksigen berlimpah di atmosfer, sedangkan atmosfer Mars didominasi oleh turunan dari karbon dioksida. Cahaya Matahari akan membebaskan salah satu dari atom oksigen di CO2, dan transisi atom ini memancarkan cahaya hijau di atmosfer Mars.

    TGO mendeteksi oksigen tereksitasi ini tidak melalui kamera pencitraan sehingga tidak menghasilkan gambar baik, namun dengan paket spektrometer Nomad, instrumen yang dimanfaatkan untuk melihat oksigen pada ketinggian tertentu.

    Dalam laporan yang dirilis di jurnal Nature Astronomy, altitude ini berkisar dari ketinggian 8 km hingga 120 km di atas permukaan.

    Namun secara pasti, altitude ini bergantung pada tekanan CO2. secara teori, masyarakat dapat memanfaatkan hasil observasi cahaya hijau ini untuk membantu menginformasikan model yang memandu jalan masuk, turun dan mendarat untuk pesawat ruang angkasa di Mars.

    Cahaya di Mars ini terdeteksi oleh instrumen Nomad TGO, yang dipimpin oleh Royal Belgian Institute for Space Academy (IASB-BIRA).

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id