Misi Pertama Tiongkok akan Tiba di Mars Bulan Depan

    Lufthi Anggraeni - 06 Januari 2021 09:11 WIB
    Misi Pertama Tiongkok akan Tiba di Mars Bulan Depan
    Tianwen-1, misi pertama Tiongkok ke Mars, akan tiba di orbit planet merah ini pada bulan Februari.



    Jakarta: Misi Mars pertama Tiongkok, Tianwen-1, telah melakukan perjalanan lebih dari 249 juta mil atau 400 juta KM, dan diperkirakan akan mencapai orbit Mars pada bulan Februari 2021 mendatang.

    Modul yang telah menjelajah selama 163 hari sejak peluncurannya pada bulan Juli 2020 lalu ini kini berjarak sekitar 130 juta KM dari Bumi. China National Space Administration ini menyebut bahwa jarak yang ditempuh telah modul ini mencapai 400 juta KM setelah melakukan sejumlah manuver orbital.




    Manuver orbital ini dilakukan saat bergerak menjauhi orbit Bumi dan mendekati planet Mars. menurut badan antariksa Tiongkok ini, Tianwen-1 telah menjalani tiga pembetulan orbital serta pengujian peralatan.

    China National Space Administration menyebut bahwa modul ini masih dalam kondisi baik saat melanjutkan perjalanannya ke Mars yang masih berjarak sejauh 8,3 juta KM. Jika Tianwen-1 berhasil mencapai orbit Mars pada bulan Februari seperti yang dijadwalkan, modul ini akan berjarak 190 juta KM dari Bumi.

    Selain itu, Tianwen-1 juga akan mencapai jarak perjalanan sejauh lebih dari 500 juta KM untuk tiba di Mars. Tianwen-1 dijadwalkan akan mendarat di Mars pada bulan Mei mendatang dan akan melepaskan kendaraan ruang angkasa untuk eksplorasi ilmiah.

    Kendaraan ruang angkasa ini diperkirakan akan beroperasi selama 90 hari waktu Mars, yang sedikit lebih lama jika dibandingkan dengan waktu di Bumi. Sebagai pengingat, Tianwen-1 diterjemahkan sebagai Pertanyaan Surgawi dan dinamai berdasarkan salah satu penyair terbaik Tiongkok. Qu Yuan.

    Dua modul lain juga dalam perjalanan ke planet Mars, satunya adalah misi Mars pertama Uni Emirat, Hope, dan kendaraan ruang angkasa US Perseverance. Ketiga misi ini diluncurkan pada bulan Juli 2020.

    Misi Tianwen-1 merupakan bagian dari program ruang angkasa ambisius Tiongkok, termasuk rencana untuk stasiun ruang angkasa permanen. Baru-baru ini, pesawat ruang angkasa Chang’e 5 kembali ke Bumi pada bulan Desember 2020.

    Chang’e 5 kembali dengan membawa sampel batuan seberat 1,73Kg dari Bulan, menjadikannya negara pertama yang melakukan hal tersebut setelah misi Amerika Serikat dan Uni Soviet pada tahun 1960an dan 1970an.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id