SpaceX Tawarkan Roket Bersama untuk Satelit Kecil

    Lufthi Anggraeni - 06 Agustus 2019 07:33 WIB
    SpaceX Tawarkan Roket Bersama untuk Satelit Kecil
    SpaceX mulai merambah bisnis roket sebagai transportasi bersama.
    Jakarta: SpaceX mulai merambah bisnis roket sebagai transportasi bersama, memberikan perusahaan ini peluang untuk meluncurkan serangkaian satelit kecil ke orbit dengan roket Falcon 9 miliknya.

    Hingga saat ini, SpaceX lebih terfokus pada peluncuran satelit berukuran besar dan berbobot berat ke luar angkasa, juga kapsul kargo besar ke International Space Station. Program baru ini, dilaporkan The Verge, bertajuk SmallSat Rideshare Program.

    Program ini akan menawarkan fleksibilitas lebih baik kepada operator satelit berukuran lebih kecil saat meluncurkan satelitnya ke luar angkasa. Umumnya, satelit kecil berbobot beberapa ratus kilo harus menumpang ke roket besar yang telah dijadwalkan meluncurkan kargo berukuran lebih besar ke orbit.

    Satelit berukuran kecil ini bisa menumpang saat tersedia ruang tersisa di roket dan diturunkan di luar angkasa dalam perjalanan roket menuju lokasi tujuan. Namun, sistem berbagi roket ini tidak selalu ideal untuk operator satelit kecil, karena akan bergantung pada waktu satelit atau muatan utama untuk diluncurkan.

    Operator juga tidak dapat mendiktekan orbit yang diinginkan dan kerap harus mengkompromikan tujuan akhir satelit mereka. Namun, ide yang diajukan SpaceX ini mengindikasikan mereka tidak memiliki satelit utama.

    Roket pada program SpaceX ini akan dapat membawa satelit kecil dengan bobot antara 150 kg hingga 300 kg. Satelit kecil ini akan menumpang ke luar angkasa dengan terhubung pada port di modul deployer, yaitu tabung metalik di bagian atas roket.

    Roket SpaceX ini juga akan berbekal port di bagian atas modul deployer, yang dapat mengakomodasi satelit berukuran lebih besar jika diperlukan. Namun, SpaceX tidak menyebutkan beban total yang mampu ditampung oleh modul deployer tersebut.

    Setelah di orbit, setiap satelit akan dikirimkan ke luar angkasa satu per satu dengan menggunakan tabung.

    Saat ini, SpaceX menawarkan program ini untuk peluncuran dari wilayah California, menuju tipe orbit yang dikenal dengan nama orbit Sun-synchronous, jalur rendah di atas Bumi yang tersinkronisasi dengan waktu Matahari.

    Biaya perjalanan program yang ditawarkan SpaceX ini tergolong terjangkau, setidaknya untuk industri satelit. SpaceX menyebut untuk satelit berbobot 150 kg, biaya program ini ditawarkan dari USD2,25 juta (Rp32.07 miliar).

    Sedangkan untuk satelit berbobot lebih berat hingga bobot 300kg, program ini membebankan biaya sebesar USD4,5 juta (Rp64,1 miliar). Penawaran harga ini tergolong mahal, meski cukup kompetitif jika dibandingkan dengan penyedia layanan serupa lainnya.

    Sebagai informasi, Rocket Lab, perusahaan Amerika Serikat yang menawarkan program khusus untuk peluncuran satelit kecil, membebankan biaya dengan kisaran antara USD5 juta (Rp71,2 miliar) hingga USD6 juta (Rp85,5 miliar) per penerbangan.

    Pesawat luar angkasa milik Rocket Lab mampu meluncurkan satelit berbobot antara 150 kg hingga 225 kg ke orbit yang sama.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id