SpaceX Luncurkan 60 Satelit Starlink

    Lufthi Anggraeni - 17 Februari 2020 12:23 WIB
    SpaceX Luncurkan 60 Satelit Starlink
    SpaceX akan meluncurkan batch kedua dari 60 satelit Starlink ke ruang angkasa.
    Jakarta: Pada tanggal 17 Februari 2020, SpaceX akan meluncurkan batch selanjutnya dari 60 satelit sebagai bagian dari program Starlink, ditujukan untuk membangun satelit global berbiaya terjangkau berbasis jaringan broadband.
     
    Satelit ini akan diluncurkan di Falcon 9 dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Air Force Station di Florida, Amerika Serikat. Peluncuran ini awalnya dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 16 Februari 2020 lalu, pada pukul 7:35 pagi Pacific Time.
     
    Namun, jadwal tersebut tertunda akibat permasalahan dengan komponen katup tahap kedua. SpaceX memilih menunda peluncuran untuk memeriksa kembali komponen tersebut, dan menjadwalkan ulang menjadi hari ini, seperti laporan Digital Trends.
     
    Batch kedua satelit tersebut diperkirakan akan diluncurkan juga pada pukul 7:35 pagi Pacific Time pada tanggal 17 Februari 2020 ini. SpaceX juga menyediakan memanfaatkan SpaceX Webcast untuk menyiarkan peluncuran ini secara langsung.
     
    Webcast ini dijadwalkan akan dimulai sekitar 15 menit sebelum peluncuran, yaitu sekitar pukul 7:10 pagi Pacific Time pada tangga 17 Februari 2020. Namun, tidak semua orang senang dengan prospek peluncuran Starlink lainnya, bahkan jika berhasil menyediakan akses internet ke area kurang terlayani.
     
    Astronomer telah mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak peluncuran satelit pada observasi astronomi sejak Starlink pertama diluncurkan. Satelit Starlink merupakan tipe satelit serupa rasi bintang, yaitu sejumlah satelit yang diluncurkan bersamaan untuk membentuk jaringan.
     
    Tipe peluncuran ini secara partikular bermasalah untuk astronomer sebab meninggalkan sejumlah jejak cahaya terang di langit selama peluncuran, mengganggu observasi. Pekan ini, International Astronomical Union (IAU) merilis laporan yang menyuarakan kekhawatiran mereka terkait dampak negatif dari satelit ini.
     
    IAU menyebut satelit komunikasi serupa rasi bintang yang direncanakan ini berpotensi berdampak negatif yang mungkin muncul pada pengamatan astronomi dan tampilan murni dari langit malam saat diamati dari daerah yang gelap.
     
    Sebagai respons dari kekhawatiran ini, SpaceX mengumumkan akan menguji lapisan khusus untuk satelit karyanya demi mengurangi kesan mengkilap dari satelit tersebut. Lapisan ini diperkirakan mengurangi dampak pada observasi selama waktu setelah peluncuran.
     
    Namun, bahkan jika lapisan ini berhasil mengurangi reflektivitas satelit, IAU menyebut bahwa satelit tetap akan menyebabkan masalah lain. IAU berpendapat tampilan murni dari langit malam, secara khusus saat diobservasi dari lokasi gelap, akan tetap berubah, karena satelit baru secara signifikan bisa lebih terang dari benda buatan manusia lainnya.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id