SpaceX Sukses Terbangkan Prototipe Starship

    Lufthi Anggraeni - 05 Agustus 2020 16:39 WIB
    SpaceX Sukses Terbangkan Prototipe Starship
    SpaceX berhasil meluncurkan prototipe berukuran penuh pertama setinggi 150 meter.
    Jakarta: SpaceX telah mengembangkan Starship, pesawat ruang angkasa generasi terbaru, di lokasi miliknya di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat. Hingga saat ini, SpaceX telah membangun sejumlah prototipe Starship berbeda.

    Salah satu prototipe tersebut termasuk versi sebelumnya yang disebut dengan nama Starhopper, dan merupakan bagian bawah dari roket. Mengutip TechCrunch, SpaceX telah menerbangkan prototipe skala penuh pertamanya.

    Namun, prototipe skala penuh pertama SpaceX ini tanpa penutup berbentuk kubah yang akan muncul di versi akhir pesawat ruang angkasa karya perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk tersebut, serta tanpa sirip kendali yang akan terpasang di bagian bawah dari masing-masing sisi pesawat.

    Prototipe skala penuh pertama ini juga mampu terbang hingga ketinggian yang dicapai prototipe generasi sebelumnya, yaitu sekitar 150 meter atau di bawah 500 kaki. Ketinggian ini merupakan jarak terjauh yang dapat dicapai oleh prototipe tersebut selama proses pengujian.

    Prototipe ini mengusung nama Starship SN5, dan merupakan prototipe kelima yang menjalani rangkaian pengujian SpaceX. SpaceX membangun pesawat demonstrasi skala penuh pertama bertajuk Starship Mk1 sebelum menggantinya dengan skema penamaan baru tersebut.

    Dengan demikian, Starship SN5 merupakan prototipe pesawat keenam dalam ukuran tersebut, yang pernah dibuat SpaceX. Versi sebelumnya dilaporkan mengalami kegagalan pada berbagai titik selama persiapan, termasuk pengujian tekanan dan diikuti oleh pengujian kebakaran mesin statis.

    SN5 kini menjadi pesawat berukuran besar pertama dari pesawat sebelumnya yang berhasil meluncur dan terbang. Prototipe ini berhasil melalui pengujian kebakaran statis pada awal pekan lalu, sehingga membawanya ke pengujian penerbangan singkat.

    Prototipe ini hanya dilengkapi dengan satu mesin Raptor, sedangkan versi akhir dari Starship akan berbekal enam Raptor untuk dorongan lebih besar. SN5 mampu terbang dan mendarat dalam posisi berdiri tegak, artinya berdasarkan seluruh indikasi eksternal, segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.

    Starhopper sebelumnya menyelesaikan pengujian lompatan serupa pada bulan Agustus 2019. SpaceX memiliki program pengembangan prototipe agresif guna memastikan Starship bekerja sesuai rencana, dengan tujuan ambisius menerbangkan muatan menggunakan kendaraan orbital fungsional setidaknya pada awal tahun 2021 mendatang.

    Pada dasarnya, Starship dirancang untuk dipasangkan dengan pendorong Falcon Heavy masa depan, guna membawa muatan dalam kapasitas besar untuk mengorbit di sekitar Bumi dan Bulan, kemudian di sekitar planet Mars.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id