Pesawat NASA Berhasil Dapat Foto Bagus Jupiter, Begini Penampakannya

    Lufthi Anggraeni - 25 Februari 2019 13:45 WIB
    Pesawat NASA Berhasil Dapat Foto Bagus Jupiter, Begini Penampakannya
    Tampilan permukaan atmosfer Jupiter penuh badai yang berhasil diciptakan dari foto JunoCam.
    Jakarta: Pesawat luar angkasa NASA, Juno, berhasil memotret Jupiter pada penerbangannya melewati planet tersebut untuk yang ke-18 kali. Perspektif baru ini menampilkan formasi awan melingkar secara dramatis di sekitar pesawat.

    Titik tersebut menjadi contoh dari wilayah atmosfer bertekanan tinggi, diyakini NASA sebagai badai yang berpotensi terjadi secara berkelanjutan selama ratusan tahun. Gambar ini bukanlah hasil karya astronomer profesional. Melainkan oleh ilmuwan di kalangan masyarakat bernama Kevin M. Gill.

    Gill menggunakan data dari kamera JunoCam di pesawat luar angkasa untuk menyatukan pemandangan baru dari planet ini. Gambar mentah JunoCam tersedia dan dapat diakses oleh publik untuk diproses menjadi gambar utuh melalui situs JunoCam.

    Pesawat luar angkasa Juno diluncurkan pada bulan Agustus 2011 dengan dorongan dari roket Atlas V 551, dan membutuhkan waktu selama dua tahun untuk melalui sistem tata surya sebelum terbang melewati Bumi pada bulan Oktober 2013 lalu.

    Pesawat NASA Berhasil Dapat Foto Bagus Jupiter, Begini Penampakannya
    NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Roman Tkachenko

    Juno memanfaatkan gravitasi Bumi untuk bergerak menuju Jupiter dengan kecepatan penuh, sehingga dapat tiba di planet tersebut pada bulan Juli 2016 lalu. Untuk dapat mengarahkan pesawat luar angkasa sehingga mendekati tujuannya disebut NASA sebagai upaya penuh tantangan.

    Namun, menempatkannya ke dalam orbit disebut lebih sulit sebab pesawat luar angkasa harus melakukan manuver bertajuk Jupiter Orbit Insertion. Manuver ini mengharuskan pesawat luar angkasa untuk mengaktifkan mesin utamanya selama sekitar 30 menit, demi memperlambat laju pesawat sehingga cukup mampu memasuki orbit planet.

    Sejak saat itu, Juno mengumpulkan daya di gravitasi Jupiter dan medan magnetiknya untuk mempelajari lebih baik lagi terkait struktur bagian dalam planet. Masih banyak hal yang belum diketahui manusia terkait Jupiter karena awan dan badai besar di atmosfer yang menghalangi pandangan pesawat luar angkasa.

    Hal ini menyebabkan Juno hanya dapat melakukan observasi di atmosfer dan magnetosfer untuk mengumpulkan data terkait pertanyaan seperti inti dari cuaca di planet ini dan caranya menghasilkan medan magnet yang besar.

    JunoCam hanyalah satu dari sembilan alat yang terintegrasi di pesawat luar angkasa Juno. Kehadirannya di pesawat luar angkasa ini dinilai bukan hal umum, sebab tugas utama JunoCam adalah menghimpun gambar terkait edukasi dan pengetahuan umum, dan bukan tujuan penelitian.



    (ELL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id