Hujan Meteor Langka Muncul Pertama Kali Tahun 2021 ini

    Lufthi Anggraeni - 14 Mei 2021 12:15 WIB
    Hujan Meteor Langka Muncul Pertama Kali Tahun 2021 ini
    Langit Bumi akan dihiasi peristiwa hujan meteor langka pada tahun 2021 ini.



    Jakarta: Hujan meteor langka yang belum pernah terlihat sebelumnya akan menghiasi langit Bumi pada tahun 2021 ini. Hujan meteor tersebut akan menaburkan debu komet di atas wilayah paling selatan di Bumi.

    Hujan meteor bertajuk Finlay-id ini diprediksi akan berlangsung sekitar 10 hari pada musim gugur, atau antara bulan September hingga Desember mendatang, pada tahun 2021 ini. Hujan meteor ini disebut akan muncul di lintang selatan, lokasi Bumi dengan daratan berjumlah sedikit.

     



    Mengutip Space.com, astrofisikawan penelitian di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat, Diego Janches menyebut hal ini menjadikan Finlay-id tidak hanya menarik, tapi juga sangat sulit untuk diamati.

    Janches juga memperkirakan bahwa taburan hujan meteor ini berasal dari konstelasi Ara (Altar), meski hingga saat belum diketahui pancaran persis, titik prediksi meteor berasal, mengingat hujan meteor ini merupakan peristiwa baru.

    Selain itu, Janches menambahkan prediksi menunjukan bahwa peristiwa Finlay-id ini akan mulai terjadi sekitar akhir bulan September dan mencapai puncaknya pada tanggal 7 Oktober mendatang.

    Sebagai informasi, hujan meteor terjadi saat Bumi mengelilingi matahari, dan sesekali berjalan melalui puing-puing yang ditinggalkan komet dan asteroid. Partikel tersebut berinteraksi dengan atmosfer Bumi dan menghasilkan peristiwa yang kerap disebut sebagai bintang jatuh.

    Umumnya, awan ini tetap berada di lokasi yang sama sehingga memungkinkan Bumi untuk melewati awan puing tersebut setiap tahunnya, merupakan penyebab hujan meteor besar seperti Perseids dan Geminid menjadi peristiwa tahunan.

    Namun, Janches menjelaskan bahwa hujan meteor Finlay-id berpeluang hanya terjadi satu kali. Apabila terjadi sebanyak beberapa kali, Janches menyebut hujan meteor ini tidak akan terjadi setiap tahunnya.

    Sementara itu, nama hujan meteor tersebut dilaporkan terinspirasi dari Komet 15P/Finlay dengan lebar sekitar dua kilometer, dan berpotensi memiliki kantong debu tersembunyi yang berpeluang untuk bertabrakan dengan Bumi beberapa tahun mendatang dari saat ini.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id