Radiasi Bulan 200 Kali Lebih Tinggi dari Bumi

    Lufthi Anggraeni - 30 September 2020 16:30 WIB
    Radiasi Bulan 200 Kali Lebih Tinggi dari Bumi
    Studi menyebut bahwa tingkat radiasi di Bulan 200 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Bumi.
    Jakarta: Studi terbaru menyebut tingkat radiasi di Bulan hingga 200 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan Bumi. Namun tingkat radiasi disebut berdampak negatif bagi kesehatan manusia yang akan dikirimkan ke bulan dalam beberapa tahun mendatang.

    Sebagai pengingat, terakhir kali manusia menginjakan kaki di Bulan pada tahun 1972, dan kala itu, Apollo menjadi alat yang digunakan NASA untuk mengantarkan manusia ke Bulan. NASA dan badan antariksa Amerika Serikat ini berencana mengirimkan manusia ke Bulan pada tahun 2024 mendatang dengan pesawat ruang angkasa Orion.

    “Tingkat radiasi yang diukur oleh studi ini di Bulan sekitar 200 kali lebih tinggi dari di permukaan Bumi dan lima hingga 10 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan dalam penerbangan dari New York ke Frankfurt,” ujar penulis studi dari Universitas Kiel Jerman Robert Wimmer-Schweingruber.

    Studi juga menyebut bahwa radiasi di Bulan dan Bumi berbeda, di Bumi umumnya berasal dari cahaya atau panas radiasi inframerah yang dapat dirasakan, dan sinar-X atau gelombang radio yang tidak dapat dirasakan oleh manusia.

    Sedangkan di Bulan, radiasi berasal dari sinar kosmik galaksi, peristiwa partikel Matahari sporadis dan neutron, serta sinar gamma dari interaksi antar radiasi ruang angkasa dan tanah Bulan. Sebagai informasi, radiasi adalah energi dipancarkan dalam gelombang atau partikel elektromagnetik.

    Sementara itu, peristiwa partikel Matahari sporadis adalah saat partikel yang dipancarkan Matahari menjadi lebih cepat. Dan paparan kronis sinar kosmik galaksi (GCR) disebut dapat menyebabkan katarak, kanker, atau penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat atau sistem organ lain.

    Paparan peristiwa partikel Matahari besar (SPE) dalam situasi dalam perlindungan yang tidak memadai dan dapat menyebabkan efek akut parah. Dan ilmuwan di NASA menggambarkan radiasi sebagai satu dari lima bahaya penerbangan luar angkasa manusia dan mengancam.

    Paparan GCR dilaporkan tidak dapat dihindari meski memiliki dosis rendah jika dibandingkan dengan SPE yang sporadis dan tidak dapat diprediksi. SPE juga kerap disebut sangat intens akibat semburan api matahari dan pelepasan masa koronal.

    Dan selama misi Apollo, astronaut akan membawa dosimeter ke Bulan, meski data radiasi yang diselesaikan berdasarkan waktu dari permukaan Bulan tidak pernah dilaporkan.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id