SpaceX Kehilangan Falcon 9 Setelah Sukses Luncurkan Starlink

    Lufthi Anggraeni - 18 Februari 2020 15:06 WIB
    SpaceX Kehilangan Falcon 9 Setelah Sukses Luncurkan Starlink
    SpaceX dilaporkan kehilangan pesawat pendorong Falcon 9 setelah meluncurkan satelit Starlink.
    Jakarta: SpaceX berhasil meluncurkan batch baru dari satelit Starlink pada Senin pagi waktu Amerika Serikat, namun panggung pertama dari roket Falcon 9 yang menempatkan satelit ke orbit melewatkan lokasi pendaratan pada platform mengapung di lautan.
     
    Hal ini pertama kalinya terjadi dalam kurun waktu empat tahun terakhir, sebab terakhir kali pendorong Falcon 9 gagal mendarat di salah satu kapal drone SpaceX terjadi pada bulan Juni 2016 lalu. Setelahnya, SpaceX telah kehilangan sejumlah pendorong.
     
    SpaceX telah kehilangan inti dari utama dari tiga inti Falcon Heavy dua dari tiga kali sejumlah peluncuran pertama roket ini. Pendorong Falcon 9 juga melewatkan landasan di Cape Canaveral pada bulan Desember 2018 lalu.
     
    Pendorong ini jatuh dengan kondisi berputar ke laut setelah mengalami kegagalan pada salah satu siripnya, yang bertugas menyeimbangkan proses penurunan.

    SpaceX juga tidak mencoba melakukan pendaratan misi sejak insiden pada tahun 2016 lalu tersebut, hal yang umum dilakukan ketika misi mengharuskan roket untuk mencapai kecepatan lebih tinggi, yang menjadikan pendaratan lebih sulit.
     
    Menjalankan pendaratan sukses merupakan keuntungan bagi bisnis SpaceX, dan semakin banyak panggung roket yang bisa diperbaiki, maka semakin banyak perusahaan ini dapat menggunakan kembali roket tersebut di masa depan.
     
    Menggunakan kembali roket merupakan salah satu cara untuk mengurangi biaya operasional untuk bisa menjangkau ruang angkasa. Tidak hanya SpaceX yang berhasil menangkap dan menggunakan kembali panggung roketnya, namun perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk ini juga semakin cepat dalam melakukannya.
     
    Roket diluncurkan pada hari Senin lalu ini terakhir kali digunakan pada 72 hari sebelumnya, artinya perusahaan luar angkasa swasta hampir memecahkan rekor untuk perputaran tercepat yang sebelumnya dipegang oleh pesawat ulang-alik NASA.
     
    Masih belum tersedia informasi terkait penyebab kegagalan pendaratan tersebut. Pada siaran yang dilangsungkan SpaceX, tampak kepulan asap atau uap dari bagian sisi pesawat, mengindikasikan bahwa pendorong Falcon 9 melewatkan platform dengan luas cukup besar.
     
    Sebagai informasi, batch selanjutnya dari program Starlink terdiri dari 60 satelit, dan ditujukan untuk membangun satelit global berbiaya terjangkau berbasis jaringan broadband. Peluncuran ini awalnya dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 16 Februari 2020 lalu, pada pukul 7:35 pagi Pacific Time.
     
    Namun, jadwal tersebut tertunda akibat permasalahan dengan komponen katup tahap kedua. SpaceX memilih menunda peluncuran untuk memeriksa kembali komponen tersebut, dan menjadwalkan ulang menjadi hari Senin.


    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id