Hadang Hoaks, WhatsApp Blokir 2 Juta Akun per Bulan

    Lufthi Anggraeni - 07 Februari 2019 10:05 WIB
    Hadang Hoaks, WhatsApp Blokir 2 Juta Akun per Bulan
    WhatsApp akan menggunakan sistem pembelajaran mesin untuk cegah peredaran berita palsu.
    Jakarta: WhatsApp memperkenalkan sejumlah perubahan dan batasan pada bulan lalu, ditujukan untuk mencegah penyebaran berita palsu. Mulai bulan Januari lalu, pengguna WhatsApp hanya dapat meneruskan pesan sebanyak lima kali.

    Pembatasan kemampuan meneruskan pesan ini bertolak belakang dengan penawaran sebelumnya, yaitu untuk meneruskan pesan dalam jumlah tidak terbatas. Spam dan berita palsu menjadi masalah utama untuk sejumlah media sosial dan layanan pesan instan.

    Peredaran spam dan berita palsu ini juga menyebabkan WhatsApp kewalahan dalam menghadapinya. Dinilai sedikit terlambat, perubahan yang dihadirkan WhatsApp ini menjadikan layanan pesan tersebut sebagai aplikasi dengan kontribusi spam lebih sedikit.

    Karenanya, WhatsApp mengonfirmasikan bahwa perusahaannya tengah berusaha mencegah spam dan berita palsu. Usaha pencegahan ini dilakukan dengan memanfaatkan sistem pembelajaran mesin yang mampu memblokir sebanyak dua juta akun per bulan.

    Sistem pembelajaran mesin WhatsApp ini diklaim sangat canggih sehingga kini dapat memblokir sebanyak 20 persen dari akun bermasalah saat berada di fase registrasi.

    Hal ini memungkinkan WhatsApp menghapus berbagai jenis spam atau informasi tidak benar dari akun tersebut beredar sebelum diblokir.

    Upaya WhatsApp ini tidak hanya mengandalkan sistem pembelajaran mesin canggih berkemampuan memblokir akun mencurigakan. Sebab WhatsApp mengklaim bahwa sebanyak 25 persen dari dua juta akun yang diblokir setiap bulan akan berbasis pada intervensi manusia.

    Selain itu, WhatsApp juga mampu mengidentifikasi metode baru yang dimanfaatkan pengguna untuk menyalahgunakan layanannya. Metode tersebut termasuk menggunakan sejumlah akun berbeda di komputer yang sama, yang digunakan untuk menyebarkan pesan berisi berita palsu.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id