• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Penerus Vine akan Dirilis Awal Tahun Depan

Ellavie Ichlasa Amalia - 09 November 2018 13:42 wib
Logo Byte, penerus dari Vine.
Logo Byte, penerus dari Vine.

Jakarta: Vine masih belum mati, menurut salah satu kreatornya, Dom Hofmann.

Memang, dia telah mengembangkan penerus dari Vine selama beberapa waktu, meski dia juga sempat menghentikan proyek itu. Sekarang, dia mengumumkan bahwa penerus Vine akan dinamai Byte dan akan dirilis pada musim semi tahun depan.

Twitter membeli Vine pada 2012, sebelum ia diluncurkan secara resmi. Empat tahun kemudian, Twitter menutup Vine.

Meskipun hidup Vine tidak lama, ia merupakan platform yang sangat populer di kalangan kreator video. Sejak Vine ditutup, banyak kreator yang memutuskan untuk pindah ke Instagram, Twitch, dan YouTube.

Ketiadaan Vine memberi ruang bagi TikTok, perusahaan asal Tiongkok yang juga dikenal dengan nama ByteDance, untuk tumbuh berkembang. TikTok menjadi populer dengan konten video lip-sync di dalamnya, menurut laporan The Verge.
 
Saat ini, masih belum banyak informasi tentang cara kerja Byte. Hofmann mengatakan, sebelm ini, proyek pengembangan penerus Vine disebut dengan nama v2.

Pada November, dia juga telah membuat forum untuk menjelaskan tentang proses pengembangan. Tujuannya adalah untuk membuat proses pengembangan menjadi transparan.

Pada Mei tahun ini, Hofmann menunda proyek v2 tanpa memberitahu kapan dia akan meneruskan proyek itu. Ketika itu, dia menyebutkan bahwa dia memiliki masalah logistik dan pendanaan.

Masalah lainnya adalah keterbatasan waktu karena dia juga memiliki perusahaan studio hiburan imersif bernama Innerspace VR. Hofmann tetap membuka forum pengembangan Byte. Dan tampaknya, akhirnya dia bisa mendapatkan pendanaan untuk aplikasi itu.


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.