Amazon Segera Lampaui Oracle Sebagai Penyedia Software Korporasi

    Lufthi Anggraeni - 01 November 2019 18:00 WIB
    Amazon Segera Lampaui Oracle Sebagai Penyedia Software Korporasi
    Amazon Web Service diprediksi akan melampaui Oracle sebagai penyedia software enterprise terbesar kedua.
    Jakarta: Bisnis cloud Amazon diprediksi akan melampaui Oracle sebagai penyedia software enterprise terbesar kedua dalam kurun waktu 12 bulan hingga 15 bulan mendatang. Hal ini diungkapkan oleh analis Rohit Kulkarni dari MKM Partners.

    Amazon tidak lagi sekadar perusahaan yang menjual mainan, alat dan t-shirt. Amazon Web Services membantu perusahaan induk lebih dikenal oleh masyarakat sebagai perusahaan teknologi sejak penawaran awalnya pada tahun 2006 lalu.

    Amazon juga kini memperoleh keuntungan lebih banyak jika dibandingkan dengan bisnis intinya yaitu e-commerce. Sebagai hasilnya, pendapatan Amazon Web Services telah menjadi pendapatan utama Amazon.

    Sebagai informasi, Amazon Web Services memperoleh pendapatan operasional sebesar USD2,26 miliar (Rp31,7 triliun) pada kuartal ketiga, 71 persen dari total pemasukan operasional Amazon.

    Sementara itu, Amazon Web Services menghasilkan pendapatan sebesar USD9 miliar (Rp), 13 persen dari total pendapatan Amazon pada kuartal lalu. Analis Kulkarni memprediksi bahwa Amazon Web Services akan mengalami pertumbuhan pendapatan menjadi USD45 miliar (Rp631,8 triliun) atau USD50 miliar (Rp702 triliun).

    Kulkarni juga memprediksi bahwa pendapatan Amazon Web Services pada tahun fiskal 2020 akan bertumbuh menjadi USD45,76 miliar, sedangkan konsensus Refinitiv untuk tahun fiskal 2021 Oracle, yang berakhir pada bulan Mei 2021, mencapai USD41,12 miliar (Rp577,4 triliun).

    Ada makna penting menyoal penggeseran Oracle oleh Amazon dalam daftar penyedia software enterprise. Basis data relasional Oracle telah lama menjadi andalan perusahaan besar yang memiliki kebutuhan untuk menyimpan data dalam kapasitas besar, dan Amazon merupakan salah satu pelanggan terbesarnya.

    Namun pada tahun 2014, Amazon Web Services mulai menyeriusi kompetisi di ranah basis data relasional, dengan meluncurkan layanan Aurora. Dan pada tahun 2016, Oracle memperkenalkan infrastruktur cloud generasi kedua sebagai upayanya menantang  Amazon Web Services.

    Kompetisi ini cukup mengkhawatirkan Oracle hingga pendirinya, Larry Ellison mengkritik  Amazon Web Services pada pertemuan dengan analis di tahun 2017 lalu, menyebut bahwa Amazon tidak memiliki keahlian di ranah basis data, sebab menjalankan operasionalisasi bisnisnya dengan memanfaatkan layanan Oracle.

    Sementara itu, Amazon berusaha mengurangi ketergantungannya pada software karya Oracle dan lebih mengandalkan produk karya Amazon Web Service. Pada awal bulan Oktober ini, Amazon mengklaim telah menonaktifkan basis data Oracle terakhir yang dimanfaatkannya untuk bisnis konsumen.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id