Asah Digital, Bentuk Literasi Digital Terbaru Facebook

    Cahyandaru Kuncorojati - 20 November 2019 15:37 WIB
    Asah Digital, Bentuk Literasi Digital Terbaru Facebook
    Peluncuran program Asah Digital dari Facebook Indonesia.
    Jakarta: Semakin daruratnya literasi digital dimiliki oleh pengguna media sosial atau internet membuat Facebook kembali melanjutkan kampanye literasi digital mereka.

    Terbaru, diklaim sebagai rangkaian kampanye literasi digital yang sudha berlangsung selama empat tahun belakang kini Facebook punya program bernama Asah Digital.

    "Asah Digital sebenarnya bagian dari program literasi digital global milik Facebook yang sudah dilokalkan untuk sesuai dengan negara yang dituju, khususnya Indonesia," ujar Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari.

    Asah Digital adalah bagian dari program global We Think Digital yang punya target meningkatkan literasi digital dengan pelatihan kepada lebih dari dua juta orang dari 10 negara di Asia Pasifik. Angka ini memang terbilang kecil terutama untuk jumlah penduduk Indonesia.

    "Di program kita ini berharap dari peserta yang sudah menerima latihan akan menjadi agen pelatihan juga bagi komunitas atau orang di sekitarnya," ucap Ruben.

    Modul pelatihannya masih akan tetap tersedia online dan bisa diunduh dalam Bahasa Indonesia serta diklaim mudah di mengerti. Semuanya tersedia di situs asahdigital.fb.com. Program kali ini Facebook akan melakukan roadshow ke 12 provinsi di Indonesia.

    "Modul pelatihannya mulai dari paling dasar adalah apa itu internet, bagaimana etika di dunia digita, kemudian kita juga bahas soal menjaga data pribadi dan privasi hingga mengenali berita palsu dan sejenisnya," jelas Ruben.

    Target dari program Asah Digital juga meningkat. Ruben mengklaim ada permintaan dari beberapa tahun lalu bahwa literasi digital ini jangan hanya ditujukan kepada siswa atau pelajar tapi juga orang tua dan guru.

    Dalam kesempatan ini Facebook masih menggandeng beberapa organisasi seperti YCAB Foundation, Siberkreasi, dan satu lagi adalah Persatuan Guru Republik Indonesia yang semuanya juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

    "Menggandeng PGRI adalah sebuah kemitraan yang tepat karena mereka memiliki ikatan dengan tiga juta guru di Indonesia," imbuh Ruben. Dia sendiri mengaku tidak memiliki catatan presentasi target audiens dari siswa, orangtua, dan guru.

    "Kami berharap materi yang kami berikan dalam program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat meningkatkan literasi digital dan memberikan keterampilan yang tepat untuk terus mendapatkan informasi dan aman di ranah online," beber Ruben.

    Di satu sisi diakui bahwa program ini akan bisa membantu mengangkat nama Facebook di kancah global. Diketahui bahwa Facebook sebagai media sosial terbesar di dunia didera cukup banyak masalah terkait konten negatif dan persebaran hoaks.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id