Twitter Tangguhkan Akun Penuh Konspirasi karena Trump

    Lufthi Anggraeni - 01 Agustus 2019 13:12 WIB
    Twitter Tangguhkan Akun Penuh Konspirasi karena Trump
    Twitter menangguhkan akun bernama Lynn Thomas setelah diretweet oleh Presiden Trump.n
    Jakarta: Twitter menangguhkan akun dengan muatan konten sarat konspirasi setelah Presiden Donald Trump meretweet akun tersebut, bernama pengguna LYNN THOMAS.

    Akun ini dinilai melanggar peraturan Twitter terkait penggunaan sejumlah akun untuk mengganggu percakapan secara sengaja.

    The Verge melaporkan bahwa akun Lynn Thomas merupakan akun kedua yang diretweet Presiden Trump dan ditangguhkan oleh Twitter atas pelanggaran peraturan. Dalam cuitannya, Trump menyebut bahwa pendukung partai Demokrat menjadi satu-satunya pihak yang melakukan intervensi pada proses pemilihan umum.

    Presiden Trump juga meminta pendapatan pengikut Twitternya terkait alasan pendukung penolakan yang disuarakan oleh pihak tersebut.

    Tidak hanya itu, Presiden yang sebelumnya merupakan pengusaha properti ini juga menyebut pendukung Demokrat sebagai musuh Amerika Serikat sesungguhnya.

    Akun Lynn Thomas dilaporkan juga secara aktif mengunggah konten terkait teori konspirasi Qanon dan meme. Pada unggahan lain, akun ini juga mengindikasikan bahwa pendukung Demokrat membunuh anak-anak untuk mencuri kelenjar pineal mereka.

    Pada awal Juli lalu, Trump juga meretweet konten dari akun yang berpura-pura menjadi akun terverifikasi milik Reagen Battalion. Akun ini juga telah ditangguhkan oleh Twitter karena melanggar kebijakan terkait berpura-pura sebagai orang lain.

    Pada bulan Juni lalu, Twitter mengumumkan kebijakan baru berkemampuan menyembunyikan cuitan dari akun influencer, seperti Trump, jika melanggar peraturan. Cuitan akun ini akan disembunyikan dan pengguna harus menekan tombol View untuk dapat melihat konten.

    Bahkan setelah mentweet komentar rasis tentang Rep. Elijah Cummings (D-MD) dan anggota kongres baru non-kulit putih, Twitter belum menerapkan kebijakan tersebut pada akun Presiden Trump. Twitter hanya menangguhkan akun yang diretweet sehingga menghilang dari akun Trump.

    Kebijakan menyembunyikan cuitan pelanggan peraturan ditujukan Twitter untuk pejabat pemerintahan, utamanya untuk Presiden Trump. Sebab, Orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut kerap mengunggah kicauan yang tidak akurat dan sembrono, dan menjadi bahan perbincangan dan pemberitaan di seluruh dunia.

    Pejabat pemerintah yang dimaksudkan Twitter harus memenuhi sejumlah kriteria, yaitu perwakilan dari institusi pemerintahan resmi, pejabat pelaksana di institusi publik resmi atau memiliki jabatan penting dalam pemerintahan.

    Kebijakan ini juga ditujukan untuk pejabat pemerintah dengan jumlah pengikut sebanyak lebih dari 100.000 pengikut, dan telah menerima ikon lingkaran bercentang biru sebagai indikator akun telah terverifikasi.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id