Huawei akan Kapalkan 100 Juta Smartphone 5G pada 2020

    Lufthi Anggraeni - 28 Desember 2019 17:05 WIB
    Huawei akan Kapalkan 100 Juta Smartphone 5G pada 2020
    Huawei diprediksi akan mengapalkan 100 juta unit smartphone 5G selama tahun 2020 mendatang.
    Jakarta: Jelang akhir tahun 2019, seluruh perhatian terpaku pada tahun 2020 yang digadang sebagai tahun adopsi massal 5G. Tiongkok diprediksi akan menjadi pasar terbesar untuk jaringan generasi selanjutnya ini.
     
    Menurut laporan terbaru, Huawei akan mengapalkan hingga 100 juta unit smartphone 5G di negara asalnya. Shoichi Tosaka, CEO manufaktur kapasitor cerdas asal Jepang, Taiyo Yuden Co, mengungkap perusahaannya telah menerima pesanan base station 5G tahunan.
     
    Tosaka memprediksi pesanan untuk komponen smartphone 5G juga akan berdatangan dalam beberapa pekan mendatang. Huawei dan ZTE diyakini Tosaka akan menjadi dua klien utama untuk kapasitor 5G karya perusahaannya.
     
    Selain itu, Tosaka memprediksi Huawei akan mengapalkan 100 juta unit smartphone 5G selama tahun 2020 mendatang. Dengan Taiyo Yuden sebagai salah satu manufaktur kapasitor terbesar global, perusahaan ini diklaim memiliki data yang cukup akurat sebagai dasar prediksinya.
     
    Sebagai informasi, Huawei telah memperluas portofolio smartphone 5G selama beberapa tahun terakhir, dan diperkirakan akan menawarkan lebih banyak perangkat dengan harga terjangkau dan dukungan konektivitas 5G untuk menarik perhatian lebih banyak pembeli.
     
    Sebelumnya, akun Twitter resmi milik Huawei beberapa jam lalu mendadak sangat aktif. Perusahaan telekomunikasi sekaligus smartphone sedang memberikan jawaban atas pemberitaan tidak benar mengenai perusahaannya.
     
    Dalam beberapa cuitan yang diunggah akun Twitter resminya, Huawei memberikan respon atas pemberitaan media Wall Street Journal (WSJ) beberapa waktu lalu yang diklaim tidak benar. Pemberitaan WSJ menegaskan bahwa Huawei menjadi anak emas pemerintah Tiongkok.
     
    WSJ menyebut bahwa Huawei menerima bantuan finansial dari bank pemerintah Tiongkok senilai USD75 miliar atau sekitar Rp1.000 triliun dengan bunga pinjaman rendah. WSJ berani membuat berita ini berdasarkan hasil analisis yang mengacu ke dokumen yang mereka dapatkan.
     
    Sementara itu, Huawei menargetkan semua layanan dan aplikasi Huawei Mobile Services telah tersedia untuk menggantikan backbone dari Android milik Google pada akhir bulan Desember 2019 ini.
     
    Sehingga pada tahun 2020 mendatang, Huawei berencana untuk hanya menghadirkan seluruh smartphone karyanya hanya dengan dukungan Huawei Mobile Services, serupa yang diusung oleh Mate 30 Series.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id