Huawei Bantah Jadi Anak Emas Pemerintah Tiongkok

    Cahyandaru Kuncorojati - 27 Desember 2019 14:09 WIB
    Huawei Bantah Jadi Anak Emas Pemerintah Tiongkok
    Smartphone Huawei P30 Pro.
    Jakarta: Akun Twitter resmi milik Huawei beberapa jam lalu mendadak sangat aktif. Perusahaan telekomunikasi sekaligus smartphone sedang memberikan jawaban atas pemberitaan tidak benar mengenai perusahaannya.

    Dalam beberap cuitan yang diunggah akun @Huawei mereka memberikan respon atas pemberitaan media Wall Street Journal (WSJ) beberapa waktu lalu yang diklaim tidak benar.

    Dikutip dari Engadget, pemberitaan WSJ menegaskan bahwa Huawei menjadi anak emas pemerintah Tiongkok. Huawei disebut menerima bantuan finansial dari bank pemerintah Tiongkok seniai USD75 miliar atau sekitar Rp1.000 triliun dengan bunga pinjaman rendah.

    WSJ berani membuat berita ini berdasarkan hasil analisis yang mengacu ke dokumen yang mereka dapatkan. Diungkapkan bahwa Huawei menerima pinjaman sebesar USD46 miliar. Perusahaan ini juga disebut menerika keringanan pajak sebesar USD25 miliar di selama tahun 2008 hingga 2018.

    Tidak sampai di sini, WSJ juga disebut mendapatkan bantuan diplomat Tiongkok di Pakistan untuk mendapatkan kontrak penyelenggara infrastruktur telekomunikasi di negara tersebut.
     
    "Artikel WSJ berdasarkan informasi yang salah dan mengabaikan fakta Huawei selama 30 tahun terus melakukan investasi di bidang riset dan pengembangan dengan lebih dari 190.000 pegawai yang berfokus memenuhi kebutuhan konsumen," tulis akun Twitter Huawei.

    "Selama lebih dari 30 tahun Huawei menginvestasikan 10-15 persen pendapatan tahunan di bidang riset dan pengembangan yang di tahun 2018 mencapai USD15 miliar. Hal ini membuat Huawei menjadi perusahaan besar kelima di dunia yang berinvestasi besar di bidang tersebut," lanjutnya.

    Huawei juga mengklaim bahwa mereka sudah berinvestasi lebih dari USD4 miliar untuk pengembangan 5G, lebih besar dari seluruh investasi operator di Amerika Serikat dan Eropa apabila digabungkan.

    "Hubungan relasi Huawei dan pemerintah Tiongkok tidak berbeda dari perusahaan private lain yang berbisnis di Tiongkok. Kami tidak pernah mendapatkan perlakukan istimewa. Selama 10 tahun belakangan, 90 persen modal kami berasa dari hasip operasional bisnis," tegas Huawei.

    Sekitar enam cuitan yang dibuat akun Twitter Huawei memberikan klarifikasi atas artikel berita yang ditulis WSJ. Huawei dengan tegas menyatakan akan mengambil langkah hukum karena WSJ diklaim sudah merusak citra perusahaan itu.

    Tidak lama, akun Twitter Huawei kembali memuat satu cuitan lagi yang dilengkapi video klarifikasi yang disampaikan oleh Vice President of Corporate Communication Departement Huawei, Song Kai. Video berdurasi empat menit ini memberikan fakta yang serupa dengan cuitan sebelumnya.
     



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id