Huawei Punya Ponsel 5G Murah di Awal 2021?

    Lufthi Anggraeni - 22 Januari 2020 13:08 WIB
    Huawei Punya Ponsel 5G Murah di Awal 2021?
    Huawei dilaporkan bersiap untuk merilis smartphone 5G dengan penawaran harga terjangkau.
    Jakarta: Huawei dilaporkan tengah bersiap untuk menghadirkan ponsel 5G dengan penawaran harga sekitar CNY1028 atau USD150 (Rp2,05 juta), pada akhir tahun 2020 ini atau awal tahun 2021 mendatang.
     
    Saat ini, smartphone 5G dengan harga paling terjangkau sekitar CNY2.000 atau USD290 (Rp3,9 juta), namun harga rata-rata untuk perangkat dengan dukungan jaringan tercepat ini sekitar CNY3.000 atau USD430 (Rp5,8 juta) atau lebih tinggi.
     
    Sehingga ponsel yang dipasarkan dengan kisaran harga CNY1.000 (Rp1,9 juta) akan memungkinkan lebih banyak konsumen untuk menikmati kecepatan yang ditawarkan oleh jaringan terbaru di dunia saat ini tersebut.
     
    Mengutip GSM Arena, chipset MediaTek 1000L dan Qualcomm Snapdragon 765G dengan integrasi model 5G opsional diklaim akan memungkinkan konektivitas 5G dinikmati di sejumlah perangkat kelas menengah.
     
    Hingga saat ini, konektivitas 5G masih merupakan fitur yang secara eksklusif tersedia di perangkat unggulan sejumlah produsen smartphone termasuk Huawei. Sementara itu, Huawei dan Samsung akan menjadi dua pihak yang menyebarluaskan adopsi 5G pada tahun 2020 ini, hingga Apple turut berkecimpung di ranah yang sama.
     
    Pada tahun 2019 lalu, Samsung dilaporkan mengapalkan sebanyak 6,7 juta perangkat dengan dukungan konektivitas jaringan 5G, sedangkan Huawei dilaporkan mengapalkan perangkat serupa dalam jumlah sedikit lebih banyak yaitu 6.9 juta.
     
    Sebelumnya, CEO Huawei Ren Zhengfei optimistis kampanye negatif yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) tidak akan memengaruhi bisnis perusahaan teknologi itu secara signifikan. Adapun Washington menuduh peralatan Huawei menimbulkan risiko keamanan nasional.
     
    Tahun lalu, Huawei dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan AS. Daftar hitam menyebabkan Huawei harus merilis smartphone andalan mereka tanpa perangkat lunak Google Android berlisensi.
     
    Sementara itu, Huawei dilaporkan semakin memantapkan diri untuk beradaptasi, menemukan solusi dan pendekatan alternatif untuk hal ini. TomTom mengumumkan bahwa pihaknya telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Huawei untuk jangka waktu yang tidak disebutkan.
     
    Huawei diperkirakan akan memanfaatkan bisnis layanan TomTom yang tengah bertumbuh dan membenamkannya dalam layanan karyanya, sehingga dapat menghadirkan aplikasi dan platform mandiri untuk data peta perusahaannya.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id