Perusahaan AS Mulai Jualan Lagi ke Huawei

    Lufthi Anggraeni - 16 Juli 2019 10:04 WIB
    Perusahaan AS Mulai Jualan Lagi ke Huawei
    Pemerintah Amerika Serikat bersiap memberi izin perusahaan untuk kembali berbisnis dengan Hauwei,.
    Jakarta: Menurut pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS), pemerintah AS telah siap menyetujui lisensi untuk perusahaan yang ingin kembali menjual produk komponen mereka kepada Huawei.

    Menurut GSM Arena, proses persetujuan ini akan membutuhkan waktu selama setidaknya dua hingga empat minggu. Hal ini menjadi indikasi pertama dari pelonggaran sanksi sejak Huawei masuk dalam daftar Entity pada bulan Mei lalu.

    Perizinan ini merupakan hasil dari keputusan Presiden Trump yang menyebut bahwa perusahaan AS akan diizinkan untuk melanjutkan kerja sama bisnis dengan Huawei, yang disampaikan pada ajang G-20 Summit pada bulan Juni lalu.

    Kemudian pada pekan lalu, beredar informasi bahwa US Commerce Department akan mulai menghadirkan lisensi khusus untuk perusahaan AS yang ingin melakukan bisnis dengan perusahaan raksasa teknologi asal Tiongkok ini.

    Hingga saat ini belum tersedia informasi detail terkait dengan basis dari lisensi tersebut, namun terdapat persyaratan utama yaitu bahwa seluruh komponen telah tersedia di seluruh pasar lainnya, dan tidak mengandung ancaman untuk keamanan nasional.

    Menurut perwakilan Huawei, alih-alih menghadirkan lisensi khusus, pemerintah AS seharusnya menghapus nama perusahaannya dari daftar hitam, sebab tidak ada bukti konkrit bahwa produk Huawei menimbulkan ancaman terhadap keamanan AS.

    Sebelumnya, Huawei dilaporkan berencana merumahkan ratusan pekerjanya di Amerika Serikat. Tindakan ini diambil Huawei sebagai upaya mengatasi masalah yang terjadi akibat keputusan pemerintah Amerika Serikat dalam memasukkan mereka ke daftar hitam, mempersulit perusahaan Tiongkok itu untuk bekerja sama dengan perusahaan AS.

    Huawei akan memecat karyawannya di divisi pengembangan bernama Futurewei. Sebagai informasi, Futurewei mempekerjakan 850 pekerja di lab riset dan pengembangan yang tersebar di tiga negara bagian AS, yaitu Texas, California, dan Washington.

    Huawei mengembangkan sistem operasi mobile sendiri, HongMeng OS, yang diklaim menawarkan performa lebih baik dari Android. Namun, Chairman Liang Hua berkata bahwa mereka belum menentukan apakah OS itu bisa digunakan untuk smartphone.

    Meskipun begitu, dia mengungkap bahwa keputusan ini mungkin akan berubah jika pemerintah Amerika Serikat kembali melarang mereka untuk bekerja sama dengan perusahaan AS, termasuk menggunakan Android buatan Google.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id