Ini 10 Tren Teknologi Populer di 2030 Menurut Ericsson

    Lufthi Anggraeni - 13 Agustus 2020 15:08 WIB
    Ini 10 Tren Teknologi Populer di 2030 Menurut Ericsson
    Ericsson menyampaikan laporan 10 tren terkait teknologi yang akan terjadi pada tahun 2030.
    Jakarta: Pandemi menjadi salah satu faktor utama yang kian mendorong pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan turut berdampak pada kehidupan masyarakat setelah pandemi usia, dan Ericsson menyampaikan prediksi 10 tren konsumen terpopuler di tahun 2030 mendatang.

    Pandemi mengharuskan sebagian besar masyarakat berdiam diri dan melakukan aktivitas sehari-hari mereka di rumah, serta memanfaatkan berbagai aplikasi dan layanan online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk melakukan berbagai pembayaran.

    Saat ini, teknologi berinteraksi dengan dua panca indera, yaitu penglihatan dan suara, namun menurut Ericsson Research, teknologi yang canggih akan memungkinkan internet berinteraksi dengan seluruh panca indera secara sepenuhnya pada tahun 2025 mendatang.

    Dengan demikian, perusahaan, organisasi dan masyarakat secara luas disebut Ericsson membutuhkan konektivitas sangat cepat, jeda waktu berbasis edge computing yang nyaris tidak kentara, serta otomatisasi canggih, yang diprediksi Ericsson hanya akan dapat disediakan oleh teknologi jaringan generasi kelima.

    Teknologi jaringan 5G disebut Ericsson akan sepenuhnya mengubah cara orang merasakan dan berinteraksi, cara masyarakat bekerja dan kinerja bisnis. Karenanya, Ericsson juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antar industri, operator, pemerintah dan pemangku kepentingan lain.

    Kerja sama pihak tersebut bermanfaat untuk mempercepat penerapan 5G. Dan 10 tren yang dilaporkan Ericsson akan menjadi populer pada tahun 2030, seiring dengan kehadiran era internet panca indera di dunia yang pertama adalah otak sebagai antarmuka pengguna.

    Tren pertama tersebut mewakili separuh responden partisipan laporan Ericsson ini, yang meyakini bahwa pikiran manusia pada dasarnya akan terhubung. Responden ini juga memprediksi akan memiliki kemampuan untuk membalas pesan singkat hanya menggunakan pikiran.

    Sementara itu, 40 persen responden meyakini bahwa mereka akan memiliki kemampuan untuk berbagi pendapat secara langsung dengan rekan atau orang tersayang. Sedangkan tren kedua yaitu pada tahun 2030, responden meyakini mereka akan memiliki kendali penuh terkait hal yang didengarkan serta hal terkait diri mereka ingin didengar oleh orang lain.

    Konsumen akan secara lebih aktif membentuk dunia suara mereka dan tidak lagi ingin terpapar oleh suara sekitar yang tidak diinginkan. Dan di tren ketiga, pada tahun 2030 mendatang, 44 persen responden meyakini bahwa menempatkan perangkat di mulut akan secara digital meningkatkan rasa makanan yang mereka makan.

    Dengan demikian, makanan apapun akan terasa seperti yang manusia inginkan, dan hal ini dapat berdampak pada kesehatan dan diet manusia, sebab memungkinkan mereka mengonsumsi makanan sehat, namun terasa layaknya masakan buatan restoran bintang lima.

    Tren keempat menggaris bawahi kemampuan konsumen dalam mencium bau dari produk yang mereka beli, meski berbelanja secara online pada tahun 2030 mendatang. Sebanyak 47 persen responden memprediksi data bau akan tersedia untuk dapat digunakan perusahaan secara komersial.

    Pada tahun 2030 mendatang, laporan Ericsson menyebut sentuhan digital akan menjadi tren teknologi. Kemampuan untuk merasakan tekstur secara digital ini dapat dilakukan via layar smartphone. Dan 6 dari 10 responden memprediksi perangkat wearable akan dapat menstimulasi saraf sehingga pengguna akan dapat merasakan obyek secara digital.

    Dan pada tahun 2030, separuh responden memprediksi perbedaan antara realitas digital dan fisik akan hampir hilang. Dan lebih dari tujuh dari 10 responden meyakini dunia game VR akan sulit dibedakan dari realitas fisik.

    Untuk tren ketujuh, separuh konsumen Ericsson meyakini bahwa pada tahun 2030 meyakini indera internet akan semakin canggih hingga ke titik realitas fisik dan digital memiliki tujuan praktik berbaur menjadi satu, dan teknologi dapat meniru dan memanipulasi indera manusia.

    Sementara itu untuk tren kedelapan, sebanyak 59 persen konsumen memprediksi sistem kredit sosial akan menjadi umum dibandingkan dengan poin loyalty dan lainnya. Tren kesembilan menggarisbawahi kemampuan untuk secara digital seolah berada dimana saja, sehingga dapat menghemat waktu serta membantu menyelamatkan Bumi.

    Untuk tren kesepuluh, laporan Ericsson menggarisbawahi bahwa layanan yang terkait dengan indera diperkirakan akan mendigitalisasikan kehidupan keseharian masyarakat.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id