Riset WhatsApp dan UGM Soal Peran Perempuan dalam Hadang Misinformasi

    Lufthi Anggraeni - 17 Maret 2020 14:32 WIB
    Riset WhatsApp dan UGM Soal Peran Perempuan dalam Hadang Misinformasi
    RIset UGM dan WhatsApp menemukan perempuan berperan dalam melawan misinformasi.
    Jakarta: Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan WhatsApp dalam penyelenggaraan sejumlah pelatihan literasi digital untuk perempuan di empat lokasi yaitu Tangerang Selatan, Mamuju, Tomohon, dan Makassar.
     
    Pelatihan ini bertujuan memberdayakan perempuan Indonesia dengan meningkatkan kemampuan literasi digital sehingga secara aktif dapat berpartisipasi dalam melawan misinformasi di lingkungan mereka dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. 
     
    Kerja sama antara UGM dengan WhatsApp tersebut didorong oleh hasil riset tim peneliti UGM, bertajuk studi pertama berskala besar terkait cara perempuan Indonesia menggunakan grup WhatsApp untuk mengarahkan kehidupan pribadi dan profesionalnya.
     
    Riset yang merupakan bagian dari kompetisi riset Misinformation and Social Science Awards yang diselenggarakan WhatsApp ini menemukan bahwa sebagian besar perempuan Indonesia menerima misinformasi melalui tiga jenis grup di WhatsApp, yaitu grup teman atau alumni sekolah, grup keluarga, dan grup profesional.
     
    Topik misinformasi meliputi isu terkait politik, gosip, agama, dan kesehatan. Dan riset ini juga menemukan bahwa mayoritas perempuan dalam grup memilih untuk diam menyoal misinformasi karena mereka tidak merasa nyaman atau kurang mengetahui cara yang tepat dalam menanggapi isu tersebut secara efektif. 
     
    Sebagai informasi, literasi digital yang diselenggarakan di empat kota ini akan dimulai pada Juli 2020 mendatang, dan akan terfokus melatih perempuan berumur 23 hingga 58 tahun dari berbagai latar belakang, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawati perusahaan swasta, guru, pengusaha, dan ibu rumah tangga.
     
    Pemilihan peserta dilihat dari keaktifan perempuan di komunitas dan juga pada grup WhatsApp. Sementara itu, dalam membantu mengurangi misinformasi, WhatsApp menghadirkan sejumlah produk bagi pengguna layanan pesan instan miliknya.
     
    Produk tersebut termasuk pembatasan jumlah penerima pada fitur meneruskan pesan atau Forward menjadi lima kali. Pembatasan ini diklaim terbukti dapat mengurangi jumlah pesan yang diteruskan dalam WhatsApp sebanyak 25 persen.
     
    Selain itu produk lainnya yaitu penambahan label ‘Diteruskan’ atau Forwarded, berbentuk satu buah panah pada pesan yang telah diteruskan. WhatsApp juga menambahkan label 'Banyak Diteruskan’ atau Highly forwarded, berbentuk dua buah panah pada pesan yang telah diteruskan lebih dari empat kali.
     
    WhatsApp juga baru saja memperkenalkan pengaturan Privasi Grup, memberikan pengguna kemampuan untuk mengendalikan grup yang ingin diterima, dan menghindari pengguna untuk ditambahkan ke grup yang tidak diinginkan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id