Twitter Dorong Pengguna Baca Artikel Sebelum Teruskan Tweet

    Lufthi Anggraeni - 12 Juni 2020 10:39 WIB
    Twitter Dorong Pengguna Baca Artikel Sebelum Teruskan Tweet
    Twitter merilis fitur baru yang mengajak pengguna membaca artikel sebelum meneruskan tweet.
    Jakarta: Twitter melalui akun TwitterSupport mengumumkan fitur baru yang telah diuji selama beberapa waktu di platform media sosial karyanya. Fitur baru ini mengajak pengguna untuk membaca artikel sebelum meneruskan tweet.

    Mengutip GSM Arena, Twitter beralasan bahwa terkadang judul tidak menjelaskan berita secara menyeluruh. Keputusan ini juga dilandasi oleh peningkatan ketegangan di wilayah Amerika Serikat dan paparan politik harian selama beberapa tahun terakhir.

    Karenanya, Twitter memutuskan bahwa pengguna akan mendapatkan manfaat dari membaca artikel sebelum meneruskan tweet, sehingga dapat mendorong lebih banyak diskusi yang produktif. Twitter telah mulai menggulirkan fitur ini ke sejumlah pengguna aplikasi versi Android.

    Saat pengguna meneruskan unggahan dengan artikel terlampir, akan muncul notifikasi bertuliskan bahwa “Headline tidak menjelaskan secara keseluruhan. Ingin membaca ini sebelum Retweet?”. Pengguna masih dapat meneruskan tweet artikel jika diinginkan.

    Notifikasi ini hanya bersifat pengingat bagi pengguna untuk membaca artikel sebelum unggahan mereka berpotensi menjadi pangkal dari informasi tidak benar. Hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait kelompok yang akan menjadi penerima fitur ini pertama kali.

    Sejumlah pihak memperkirakan bahwa fitur ini akan diujikan terlebih dahulu untuk pengguna dengan jumlah pengikut besar. Sebelumnya, Twitter mengumumkan pengguna telah dapat menjadwalkan waktu unggahan tweet secara langsung dari aplikasi versi web karyanya.

    Saat membuat tweet, pengguna akan menemukan ikon kalender kecil di antara jajaran ikon di bagian bawah kolom membuat tweet. Klik ikon tersebut dan pengguna akan dapat secara spesifik menentukan waktu tweet dikirimkan.

    Sementara itu, Twitter menonaktifkan kemampuan untuk menerima pesan SMS berisi teks terkait tweet baru. Fitur ini dinonaktifkan di seluruh negara, kecuali sejumlah negara yang masih bergantung pada fitur ini.
     
    Keputusan Twitter ini mungkin bukan hal besar untuk sebagian besar pengguna Twitter yang mengakses layanan via aplikasi atau situs. Namun, terdapat sejumlah keluhan dari sejumlah pengguna yang masih menggunakan SMS untuk membaca tweet.

    Twitter juga mulai memberantas hoaks soal konspirasi hubungan 5G dan virus Korona atau Covid-19. Diketahui bahwa hoaks ini memicu aksi vandalisme di Eropa. Twitter yang sejak awal pandemi virus korona sudah memberantas hoaks terkait virus ini juga bakal secara spesifik menargetkan hoaks soal 5G sebagai perantara penyebaran virus tersebut.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id