IBM Bawa Solusi Cloud Paks ke Indonesia

    Lufthi Anggraeni - 05 Agustus 2019 15:12 WIB
    IBM Bawa Solusi Cloud Paks ke Indonesia
    Country Manager Cloud and Solution IBM Lianna Susanto.
    Jakarta: IBM mengumumkan transformasi portofolio software agar menjadi cloud-native dan dioptimalkan dengan memanfaatkan Red Hat OpenShift, bernama IBM Cloud Paks. Dengan ini, perusahaan diklaim dapat membangun aplikasi dan menjalankannya di cloud publik.

    Melalui IBM Cloud Paks, perusahaan dapat memungkinkan aplikasi berjalan di cloud publik, termasuk Amazon Web Service, Microsoft Azure, Google Cloud Platform, Alibaba dan IBM Cloud, serta cloud pribadi.

    “IBM menawarkan kemampuan bagi pengguna untuk dengan mudah beralih dari cloud publik ke pribadi, dan sebaliknya,” ujar Country Manager Cloud and Solution IBM Lianna Susanto.

    Salah satu paket IBM ini digunakan oleh Skyegrid, startup yang bergerak di bidang gaming. Rolly Edward, CEO Skyegrid menyebut solusi IBM memungkinkan layanannya digunakan pengguna memainkan game PC secara langsung di perangkat Android tanpa perlu melakukan instalasi.

    IBM menyebut kerja sama dengan Skyegrid menjadi salah satu bentuk komitmennya untuk tidak hanya melayani kebutuhan cloud enterprise besar, tapi juga area komersil dan startup, meski saat ini 80 persen pelanggannya merupakan enterprise.

    Keputusannya bekerja sama dengan Skyegrid turut menjadi bentuk dukungan ranah cloud ini juga dilandasi oleh pengamatan bahwa teknologi cloud di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang baik.

    IBM tidak memungkiri bahwa saat ini perusahaan di Indonesia masih memiliki keraguan dalam memasuki ranah ini dan menggunakan cloud secara sepenuhnya. Keputusan tersebut dinilai IBM tidak mudah diambil perusahaan atas dasar beberapa alasan.

    Regulasi terkait cloud di Indonesia yang belum pasti menjadi salah satu alasan utama di balik keraguan perusahaan tersebut. Sebab, regulasi yang belum pakem ini menyebabkan perusahaan tidak dapat secara langsung memindahkan data mereka ke cloud publik.

    Meskipun demikian, IBM menyadari bahwa regulasi tidak dapat sepenuhnya ketat, perlu fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kondisi di masa mendatang. IBM juga menyebut keraguan perusahaan ini karena belum menyadari manfaat kemampuan cloud multi vendor.

    Hal ini dinilai IBM masih menjadi pekerjaan rumah semua pemegang kepentingan, baik IBM maupun pemerintah guna memberikan edukasi dan menghadirkan regulasi sesuai untuk cloud.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id