IBM Ingin Kecerdasan Buatan Diterapkan di Seluruh Industri

    Riandanu Madi Utomo - 22 Agustus 2017 16:34 WIB
    IBM Ingin Kecerdasan Buatan Diterapkan di Seluruh Industri
    Country Manager Global Technology System (GTS) IBM Indonesia, Hengky Chandra (MTVN/DANU)
    medcom.id, Jakarta: IBM Indonesia hari ini menggelar sebuah acara bernama IBM Cognitive Workplace yang merupakan acara lanjutan dari IBM Watson Indonesia Summit 2017 yang digelar awal Agustus lalu.

    Acara ini merupakan ajang yang mengedepankan bagaimana transformasi digital telah merubah cara orang menjalani kehidupan dan bekerja, yang juga berdampak pada cara sebuah organisasi menjalankan Teknologi Informasinya.

    Apa saja yang dibahas di acara ini? Menurut Country Manager Global Technology System (GTS) IBM Indonesia, Hengky Chandra, acara kali ini membahas bagaimana sistim kognitif pada kecerdasan buatan (AI) bisa membuat karyawan perusahaan bekerja secara lebih optimal.

    "Transformasi digital sedang terjadi dimana-mana, bahkan hingga ke level korporasi. Saat ini perangkat mobile sudah bisa menjadi end point untuk bekerja, artinya kita sudah tidak lagi bergantung pada komputer desktop di kantor," ujar Hengky. "Teknologi ini juga bisa membuat keryawan dan proses bisnis di sebuah perusahaan menjadi lebih baik."

    Banyak strategi yang harus diterapkan antara lain manajemen talenta, pemberdayaan karyawan yang ada, pembagian beban kerja yang merata seiring adanya ekspansi bisnis, dan adanya penerapan otomasi seperti pemanfaatan AI. Teknologi AI bisa digunakan di berbagai lini salah satunya adalah chatbot yang memungkinkan karyawan tidak perlu menunggu lama jika ada sesuatu yang harus ditanyakan ke departemen lain, bahkan ke departemen HR.

    IBM Ingin Kecerdasan Buatan Diterapkan di Seluruh Industri

    Hengky juga menambahkan, AI tidak hadir untuk menggantikan pekerjaan manusia namun memudahkan pekerjaan yang ada. AI sangat cocok diterapkan di berbagai pekerjaan rutin dan repetitif seperti service desk.

    "AI bisa memudahkan pekerjaan manusia karena berbagai tugas rutin dan repetitif bisa digantikan secara lebih efektif. Apa keuntungannya? Tentu saja biaya operasional bisa berkurang dan produktivitas bisa bertambah," lanjut Hengky.

    IBM sendiri memiliki solusi untuk itu semua melalui Watson, yaitu sebuah platform kecerdasan buatan yang kini bisa digunakan oleh berbagai pihak untuk kebutuhan komersil. Salah satu keunggulan Watson adalah ia memiliki kemampuan kognitif, sehingga bisa mengenal natural language, bisa belajar sendiri, bahkan bisa berinteraksi langsung dengan manusia.

    Saat ini sudah ada beberapa perusahaan di Indonesia yang menggunakan Watson. Namun Hengky mengakui penggunaannya masih belum menyeluruh untuk satu perusahaan. Salah satu kendalanya adalah kecenderungan perusahaan untuk menimbang penggunaan teknologi baru ini. Hal tersebut dikarenakan jajaran pengambil keputusan di perusahaan yang masih didominasi oleh generasi lama yang cenderung tidak dekat dengan teknologi dan lebih memilih menggunakan cara tradisional.

    "Korporasi di Indonesia saat ini memang masih banyak dipimpin oleh 'generasi lama', dan mereka tidak terlalu berani untuk melakukan transformasi ke arah digital sepenuhnya," jelas Hengky.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id