DJI Mavic Mini Jadi Drone Teringan dan Terjangkau di Indonesia

    Cahyandaru Kuncorojati - 13 November 2019 08:51 WIB
    DJI Mavic Mini Jadi Drone Teringan dan Terjangkau di Indonesia
    DJI Mavic Mini.
    Jakarta: Pasar Indonesia masih menarik bagi DJI. Hal ini bisa dilihat dari keputusan mereka untuk merilis produk terbaru DJI Mavic Mini.

    DJI Mavic Mini baru dirilis beberapa minggu lalu di luar negeri dan kini sudah tersedia di Indonesia dengan menggandeng distributor Erajaya Group. Drone ini membawa beberapa keunggulan dibandingkan seri drone ringkas seperti Spark dan Mavic 2.

    "DJI Mavic Mini hadir sebagai inovasi kami menciptakan drone yang semakin mudah digunakan dan dimiliki. Drone ini punya bobot yang jauh lebih ringan dari sekaling minuman soda," tutur Head of International Communications DJI, Natasha Gray.

    Bobot DJI Mavic Mini berada di bawah 250 gram. Hal ini yang juga membuat drone tersebut bisa diterbangkan tanpa melalui izin atau lisensi khusus. Diketahui berbagai negara memberlakukan kebijakan drone dengan bobot di atas 250 gram harus mendapatkan izin terbang sebelum digunakan.

    DJI Mavic Mini Jadi Drone Teringan dan Terjangkau di Indonesia

    Menariknya, dengan bobot yang ringan justru kemampuan durasi terbangnya jauh lebih lama. Natasha mengklaim kemampuan terbang DJI Mavic Mini dua kali lebih lama dibandingkan DJI Spark yaitu bisa hingga 30 menit.

    Pengalaman Medcom.id, sebuah drone yang mampu terbang selama 30 menit sudah tergolong sangat baik. Durasi tersebut sudah sangat cukup untuk menghasilkan konten video sekaligus foto.

    Bobotnya yang tergolong sangat ringan membuat DJI Mavic Mini disarankan hanya terbang di ketinggian maksimal satu kilometer dari permukaan tanah. Jangkauan terbangnya sekitar empat kilometer untuk tetap mendapatkan tranmisi sinya WiFi yang optimal.

    DJI Mavic Mini Jadi Drone Teringan dan Terjangkau di Indonesia

    Keunggulan dari DJI Mavic Mini selain ringan adalah desainnya yang portabel bekat empat propeller yang bisa dilipat. Jadi tidak membutuhkan banyak ruang untuk membawanya. Konsekuensi dari ukuran dan bobotnya ini membuat drone tersebut tidak punya sensor penglihatan bagian depan.

    Sensor ini dikenal untuk membuat drone bisa menghindari tabrakan dengan benda di depannya. Sensornya diganti dengan berada di bagian bawahnya yang membantu drone mendarat.

    "Saat saya menerbangkan drone, orang di sekitar akan bertanya bagaimana saya menerbangkannya. Apakah sulit atau tidak. DJI Mavic Mini kami desain menjadi drone yang bisa digunakan oleh pemula sekalipun," tutur Natasha.

    DJI Mavic Mini Jadi Drone Teringan dan Terjangkau di Indonesia

    DJI Mavic Mini yang hadir dengan bodi teringan di keluarganya jelas memiliki spesifikasi yang dibuat lebih ringkas. Misalnya, kemampuan kameranya hanya bisa merekam video resolusi 2,7K di 30fps dan kemampuan foto di resolusi 12MP.

    Apabila mempertimbangkan durasi terbangnya yang bisa mencapai 30 menit maka kemampuan kameranya sudah terbilang cukup memuaskan. Gimbal bermotor tiga sumbu di kameranya juga didukung kemampuan menghasilkan video sinematik dengan pergerakan yang halus.

    Ada tiga mode penerbangan yang bisa dipilih, mode Position atau dasar, mode Sport, dan mode CineSmooth. Ketiga mode ini memberikan gaya dan keleluasaan terbang drone tergantung kemampuan penggunanya. Kemudian ditambah empat mode terbang yang mendukung kemampuan kameranya.

    DJI Mavic Mini Jadi Drone Teringan dan Terjangkau di Indonesia

    Remote control DJI Mavic Mini juga terlihat sederhana dengan brakcet untuk memasang iPad atau smartphone yang terpasang aplikasi DJI Fly. Di dalam aplikasi langsung tersedia opsi penyuntingan video.

    DJI Mavic Mini dipasarkan Erajaya dalam dua paket berbeda. Paket standar yaitu DJI Mavic Mini dengan remote control dan satu baterai serta kabel hanya dibanderol Rp5.499.000. Paket combo yang memiliki dua baterai dan charger hub dibanderol Rp6.999.000.
     



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id