Tren Layanan Streaming Game, EA Percaya Diri

    Cahyandaru Kuncorojati - 24 Juni 2019 15:14 WIB
    Tren Layanan Streaming Game, EA Percaya Diri
    Origin Access Premium, layanan streaming game berlangganan dari EA.
    Jakarta: Di E3 2019, beberapa publisher game menyatakan akan merilis layanan streaming berlangganan, di antaranya adalah Ubisoft dan Bethesda. Mereka memutuskan untuk mengikuti jejak persaingan yang diramaikan oleh Google Stadia dan Microsoft Xbox xCloud.

    Ramainya tren tersebut ternyata tidak membuat penyedia layanan serupa seperti Electronic Arts (EA) tidak takut. Mereka sendiri punya dua jenis layanan yaitu EA Origin Access dan Origin Access Premier. Senior Vice President EA, Mike Blank justru menyatakan hal ini masih dalam tahap baik.
    Dikutip dari The Hollywood Reporter dalam wawawancara ekslusif, Blank menyatakan bahwa EA masih memiliki peluang besar di tengah tren streaming game berlangganan yang meniru jejak model bisnis perusahaannya. Dia juga memprediksi usia bisnis ini masih cukup panjang.

    "Tren ini juga termasuk baian dari inovasi. Model bisnis berlangganan sendiri bukan karena sudah ada sejak lama di beberapa bentuk media, tapi keunikan di dalam membuat tren ini muncul. Game memiliki konten yang luas, sosial, dan menyediakan pengalaman menarik untuk usia yang panjang," tuturnya.

    Layanan streaming berlangganan EA Access sendiri diluncurkan di tahun 2014 di Xbox One dan hadir untuk PC dengan nama EA Origin Access. Selama lima tahun ditolak kehadirannya untuk platform Sony PlayStation kini di bulan Juli layanan tersebut akan segera tersedia.

    Apabila Google Stadia dan Microsoft Xbox xCloud mencoba hadir di semua perangkat. Blank mengindikasikan bahwa layanan dari EA tidak akan sepenuhnya mengikuti jejak langkah keduanya atas beberapa alasan.

    "Kami ingin hadir di mana pemain atau gamer berada, bukan berarti setiap pemain ada di semua layanan atau perangkat. Mirip dengan pernyataan bahwa tidak semua penonton menggunakan layanan Netflix," tutur Blank. Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa EA masih memiliki peluang besar.

    "Menurut saya, masih ada ruang di pasar untuk beberapa layanan untuk bisa bersaing menawarkan jenis pengalaman yang berbeda kepada para pemain," ucapnya. Blank menilai bahwa titik jenuh dari tren layanan streaming game berlangganan akan tercapai saat ada sekiat 100 layanan berbeda.

    "Saat ini belum ada 50 layanan streaming game berlangganan. Apabila nanti menyentuh jumlah tersebut maka pemain atau gamer akan mulai selektif. Artinya sebagai dari layanan streaming akan ada yang sukses dan ada yang tidak," jelas Blank.

    Dia memahami bahwa pemain harus mulai mempertimbangkan uang yang akan mereka habiskan untuk berlangganan layanan streaming game. Bagi Blank, layanan yang tidak berhasil melakukan engagement mendalam maka dengan sendirinya ditinggalkan oleh gamer.

    "Value dari layanan berlangganan dari sisi bisnis adalah seberapa banyak pemain berinteraksi di dalam layanan tersebut. Apabila Anda bisa menyediakan pengalaman baru dan berbeda maka mereka akan bertahan lebih lama lagi di layanan tersebut," jelas Blank.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id