Bosan Depan Layar dan Masalah Teknis Bikin Anak Tidak Suka Belajar Online

    Cahyandaru Kuncorojati - 02 Agustus 2021 14:42 WIB
    Bosan Depan Layar dan Masalah Teknis Bikin Anak Tidak Suka Belajar Online
    Ilustrasi.



    Jakarta: Pandemi Covid-19 memaksa metode pembelajaran dilakukan secara online alias bukan tatap muka. Hal ini dilihat sebagai momen penyedia layanan belajar online mulai diterima oleh publik dan bukan jadi hal asing.

    Namun sebagian besar penggunanya yaitu anak-anak menyatakan tidak menyukai metode pembelajaran online.

     



    Kaspersky melakukan sejumlah riset mengenai aktivitas pengguna gadget dan internet mereka mengungkap secara global banyak dari anak-anak yang tidak menyukai metode belajar ini.

    Kaspersky mengklaim anak-anak di kawasan Amerika Latin adalah yang paling menginginkan kembali pembelajaran tatap muka yaitu sebanyak 75 persen, kemudian disusul kawasan Afrika dan Timur Tengah. Di skala global Asia Pasifik yang terendah yaitu hanya 55 persen yang lebih menyukai pembelajaran tradisional tersebut.

    Ada beberapa alasan yang membuat anak-anak di Asia Pasifik tidak menyukai pembelajaran online. Pertama yaitu sebanyak 74 persen responden menyatakan bahwa mereka tidak menyukai menghabiskan waktu di depan layar gadget atau PC. Kedua yaitu 60 persen diakibatkan gangguan masalah teknis.

    Kaspersky mengklaim dampaknya sebanyak 57 persen siswa mengaku lebih sulit memahami materi pembelajaran dengan metode online dibandingkan saat belajar tatap muka. Lebih dari setengahnya juga mengaku rindu dengan kegiatan aktivitas bermain dan belajar bersama di kelas.

    “Transisi menuju pembelajaran jarak jauh selama pandemi telah menjadi tantangan nyata bagi anak-anak, orang tua, dan guru. Kurikulum pendidikan juga perlu segera direstrukturisasi agar tidak mempengaruhi pembelajaran siswa. Namun sayangnya, karena berbagai keadaan, ini nampaknya belum memungkinkan,” jelas Head of Online Child Safety Department Kaspersky.

    “Meskipun cara offline masih merupakan bentuk pendidikan sekolah yang paling efektif, menurut kami, penting untuk memperkenalkan berbagai elemen digital dan interaktif ke dalam proses pendidikan,” tambahnya.

    Kaspersky juga menemukan beberapa mata pelajaran yang dianggap masih sulit dipahami lewat metode pembelajaran online. Ada empat mata pelajaran yaitu matematika, kimia, fisika, dan biologi. Semuanya adalah ilmu eksakta dan ilmu alam, Kaspersky mengklaim pengalaman ini dirasakan di berbagai belahan dunia.

    Orang tua siswa atau anak-anak juga memberikan sikap yang serupa. Kaspersky menemukan bahwa 68 persen orang tua di kawasan Asia Pasifik tidak ingin melanjutkan metode pembelajaran online setelah masa pandemi Covid-19 berakhir.

    Sejumlah alasan diungkapkan oleh orang tua, 68 persen mengaku cemas dengan waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar gadget atau PC dan 48 persen merasakan kualitas pendidikan secara umum mengalami penurunan.

    “Pembelajaran jarak jauh selama pandemi nyatanya telah membuat semua orang yang terlibat mengalami cukup rasa stres dan kelelahan, baik itu terhadap anak-anak, orang tua, dan guru,” ungkap Managing Director untuk Kaspersky Asia Pasifik, Chris Connell.

    “Namun, bahkan orang dewasa sekalipun tidak selalu membuat keputusan yang tepat untuk membantu mempermudah kehidupan anak-anak mereka karena mereka juga beradaptasi dengan format baru,” jelasnya.

    Connel menyatakan bahwa para pengajar harus bisa menguasai keterampilan mengajar yang baru dengan menggunakan berbagai alat digital yang dikombinasikan dengan pembelajaran offline. Jadi tidak sepenuhnya bergantung dalam metode online yang masih terasa dipaksakan.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id