Waze Rumahkan 5% Pegawai dan Tutup Kantor

    Lufthi Anggraeni - 10 September 2020 15:22 WIB
    Waze Rumahkan 5% Pegawai dan Tutup Kantor
    Waze dilaporkan akan merumahkan lima persen dari pegawainya dan menutup sejumlah kantor.
    Jakarta: Waze, layanan peta dan navigasi yang dimiliki Google, akan merumahkan lima persen dari pegawainya di seluruh dunia, atau sekitar 30 orang dari total 555 pegawai. Informasi ini disampaikan oleh CEO Waze via email yang dikirimkan kepada pegawai.

    Mengutip The Verge, Waze juga akan menutup sejumlah kantor perwakilannya di wilayah Asia Pasifik dan Amerika Latin. Penutupan ini dilaporkan sebagai bagian dari upaya Waze dalam menentukan kembali fokus bisnisnya di pasar tertentu.

    Waze juga menyebut bahwa kebutuhan merumahkan pegawai ini sebagiannya merupakan dampak dari pandemik Covid-19, yang telah mengosongkan jalanan di seluruh dunia selaras dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar di berbagai kota di dunia.

    Sebagai dampak dari penerapan regulasi tersebut serta metode bekerja dari rumah yang menjadi kenormalan baru, semakin sedikit orang yang menggunakan Waze untuk kebutuhan navigasi harian mereka. Hal ini turut berdampak pada pendapatan iklan yang diperoleh Waze.

    Waze, yang diakuisisi Google pada tahun 2013 lalu senilai USD1 miliar (Rp), mengalami penurunan baik dalam jumlah pengguna aktif bulanan dan kilometer yang ditempuh pengguna.

    Keduanya merupakan pengukuran yang digunakan Waze untuk mengetahui jarak tempuh pengguna saat memanfaatkan layanannya.

    Pada bulan April lalu, Waze memberikan penjelasan dalam unggahan di blog terkait penurunan yang dialaminya tersebut. Secara global, jarak berkendara pelanggan Waze berkurang 60 persen pada bulan Maret, saat regulasi pembatasan sosial diterapkan, jika dibandingkan dengan bulan Februari 2020.

    Italia secara spesifik menjadi wilayah operasional Waze dengan penurunan terbesar, sebesar 90 persen. Wilayah Amerika Serikat juga mengalami penurunan sebesar 60 persen. Dengan pandemi yang belum berakhir, angka Waze ini semakin memburuk.

    Waze menyebut bahwa pada satu saat selama regulasi pembatasan sosial diberlakukan, jarak tempuh mingguan global layanannya mengalami penurunan sebesar 70 persen.

    Sejak bulan Juni, Waze mulai melihat pemulihan terkait jarak tempuh karena pengguna mulai kembali bekerja di negara yang tidak lagi menerapkan pembatasan sosial.

    Secara global, Waze menyebut kala itu, kondisi perusahaannya telah kembali ke tingkat sebelum pandemik Covid-19. Dalam email yang dikirimkannya, CEO Noam Bardin menyebut bahwa Waze akan memikirkan kembali prioritasnya.

    Bardin juga menyebut bahwa pihaknya telah memutuskan untuk terfokus pada upayanya dalam meningkatkan performa produk untuk pengguna, mengakselerasi investasi di infrastruktur teknis, dan memfokuskan ulang upaya pemasaran dan penjualan pada sejumlah kecil negara dengan nilai tinggi.

    Waze juga akan menutup kantor perwakilannya di beberapa negara termasuk Malaysia, Singapura, Kolombia, Chili, dan Argentina, sembari mengalihkan fokus pada negara lokasi bisnisnya mengalami pertumbuhan.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id