Alibaba, Tencent, dan Lainnya Bentuk Ventura Transportasi Online

    Lufthi Anggraeni - 27 Maret 2019 20:23 WIB
    Alibaba, Tencent, dan Lainnya Bentuk Ventura Transportasi Online
    Tencent dan Alibaba berkolaborasi menjadi investor untuk layanan transportasi online Tiongkok, T3.
    Jakarta: Selama dua tahun terakhir, Didi menjadi layanan transportasi online dominan di Tiongkok. Dan kesuksesannya mendorong kemunculan pesaing yang diinisiasi oleh perusahaan internet dan produsen kendaraan tradisional.

    Namun pada pekan lalu, pesaing baru muncul di pasar Tiongkok, mengusung nama T3 yang merupakan singkatan dari Top 3. T3 secara resmi diluncurkan setelah sejumlah entitas, termasuk tiga produsen kendaraan terbesar Tiongkok, sepakat untuk menggelontorkan dana investasi dengan nilai total sebesar CNY9,76 miliar atau USD1,45 miliar (Rp20,6 triliun).

    Dana investasi ini dialokasikan kepada perusahaan gabungan yang dibentuk sebagai tindak lanjut dari kesepakatan awal pada bulan Juli lalu. Selain itu, dana investasi ini juga akan digunakan untuk mendanai layanan transportasi online yang didukung oleh energi terbarukan.

    Penawaran ini disebut TechCrunch selaras dengan rencana pemerintah Beijing untuk mendorong penggunaan tenaga listrik di sektor transportasi. Selain tiga produsen kendaraan terbesar di Tiongkok, Alibaba dan Tencent turut tercantum pada daftar investor T3.

    Perkawinan antara pemain swasta dan pemerintah ini mendukung upaya Tiongkok untuk menarik lebih banyak perhatian pihak swasta agar berinvestasi pada sektor pemerintahan guna menghadirkan inovasi dan efisiensi di sektor tersebut, disebut sebagai upaya reformasi gabungan.

    T3 dilaporkan akan sepenuhnya didorong oleh pasar, dengan misi untuk mendukung upaya yang disebut pemerintah Tiongkok sebagai ekosistem mobilitas cerdas, melalui kombinasi kemampuan data dari teknologi milik mitra dan produsen yang cakap di bidang otomotif.

    Investasi di T3 turut menjadi momen langka bagi raksasa e-Commerce Tiongkok, Alibaba, dan pemimpin media sosial Tencent, yang dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan kerap mengalami perselisihan.

    Sementara itu, kedua perusahaan besar Tiongkok ini juga tercatat sebagai investor Didi, meski awalnya, Tencent merupakan investor Didi yang bergabung dengan Kuaidi, perusahaan transportasi online dengan dukungan investasi dari Alibaba.

    Untuk saat ini, peran kedua perusahaan ini di T3 masih sebatas pihak pendukung, karena peritel peralatan rumah tangga bernama Suning dilaporkan siap menjadi pemegang saham terbesar T3, dengan mengakuisisi saham perusahaan ini sebesar 17,42 persen.

    Pihak Suning juga menjelaskan alasan peluncuran T3 di Nanjing, kota di bagian timur Tiongkok, lokasi kantor pusatnya. Sementara itu, produsen kendaraan FAW Group, Dongfeng Motor, dan Changan Automotive akan memperoleh saham masing-masing sebesar 16,39 persen pada T3, menjadikan mereka sebagai pemegang saham terbesar kedua.

    Sedangkan saham yang tersisa merupakan milik Tencent, Alibaba dan mitra lainnya. T3 disebut akan didukung armada kendaraan sebanyak 5.000 mobil dan akan mulai beroperasi di Nanjing mulai bulan Mei atau Juni mendatang.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id