Edge Computing tak Harus dengan 5G

    Lufthi Anggraeni - 17 Agustus 2020 10:47 WIB
    Edge Computing tak Harus dengan 5G
    IBM menyebut bahwa Edge Computing memungkinkan perusahaan dalam memodernisasi usaha mereka.
    Jakarta: Kemajuan teknologi dapat ditemukan dalam berbagai segi kehidupan manusia, dan banyak dimanfaatkan perusahaan untuk mengalihkan usahanya menjadi lebih pintar, termasuk dengan menggunakan mesin atau peralatan cerdas.

    Keberadaan mesin dan peralatan cerdas ini menghasilkan banyak data, dengan 50 persen dari data yang dihasilkan perusahaan ini diprediksi akan diciptakan dan diproses di luar data center atau cloud pada tahun 2022 mendatang.

    “Salah satu kemajuan teknologi juga terlihat dari perusahaan telekomunikasi yang melakukan modernisasi pada bisnisnya, sehingga memungkinkan transformasi pada bisnis perusahaan lain,” ujar Chief Technology Officer IBM Indonesia Panji Wasmana.

    Modernisasi yang dilakukan perusahaan operator telekomunikasi termasuk dengan mengintegrasikan TI dan jaringan, serta mengimplementasikan otomasi dan model native-cloud.

    Peningkatan kecepatan dari standar komunikasi mobile 5G disebut IBM akan memungkinkan inovasi baru yang diciptakan perusahaan telekomunikasi sebagai hasil kolaborasi dengan perusahaan lain.

    Peningkatan standar komunikasi mobile 5G juga menjadi pendorong dari Edge Computing, merupakan kerangka kerja komputasi terdistribusi yang memungkinkan data untuk diproses dan dianalisis lebih dekat ke sumber lokasi data dibuat.

    Edge Computing akan memungkinkan perusahaan untuk memperoleh insight serta mengambil keputusan dan melakukan tindakan secara lebih cepat, berkat pengolahan data berjarak lebih cepat dari pelaksanaan bisnis.

    Selain itu, Edge Computing juga disebut IBM mampu menghadirkan keamanan dan pengendalian data lebih baik, sebab meminimalisir proses pengiriman data dari peralatan milik perusahaan ke hub pusat. Selain itu, Edge Computing juga mengurangi latensi serta kerentanan akibat proses perjalanan pengiriman data yang panjang.

    Teknologi ini juga akan dapat menjalankan operasi bisnis secara otomatis, bahkan saat tidak terhubung dengan jaringan, sehingga diklaim akan mampu mengurangi disrupsi dan biaya.

    Dengan demikian, perusahaan perlu mempersiapkan sejumlah hal untuk dapat memanfaatkan Edge Computing di bisnis mereka, termasuk mempersiapkan infrastruktur, salah satunya data center, dan aplikasi.

    IBM menjelaskan, bahwa besaran data center yang perlu dipersiapkan perusahaan bergantung pada data yang ingin diolah secara lebih cepat dan lebih dekat. Demikian juga dengan biaya yang perlu dipersiapkan perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur dan aplikasi guna memanfaatkan Edge Computing.

    Kehadiran Edge Computing dapat dirasakan dalam berbagai segi di industri, termasuk pada suguhan pengalaman terhubung, modernisasi TI yang terdistribusi, mendukung transformasi menjadi industri 4.0, serta membantu rantai pemasok dan manajemen aset lebih baik.

    Sedangkan terkait Covid-19, Edge Computing disebut IBM telah mendukung penanganan pandemi Covid-19. Hal ini termasuk solusi seperti pemantauan demam dan kesehatan, manajemen kepadatan kerumunan, pemantauan dan peringatan zona terlarang.

    Selain itu, Edge Computing juga membantu dalam pemantauan jarak sosial dengan memantau jarak antara individu berdasarkan kekuatan sinyal Bluetooth. Namun, IBM menilai bahwa pemanfaatan Edge Computing tidak harus menggunakan jaringan 5G, yang saat ini belum tersedia di Indonesia.

    Edge Computing juga disebut IBM dapat dimanfaatkan pada jaringan 3G atau 4G, namun pemilihan jaringan tersebut ditentukan oleh jumlah beban kerja dan akan menghasilkan pengalaman berbeda. Karenanya, IBM menyebut bahwa untuk ekspansi dan bisnis berkelanjutan, adopsi Edge Computing membutuhkan dukungan jaringan 5G.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id