Dongle Google Android TV Segera Sapa Konsumen

    Lufthi Anggraeni - 25 Agustus 2020 13:56 WIB
    Dongle Google Android TV Segera Sapa Konsumen
    Google dikabarkan akan segera merilis dua perangkat Android TV baru, salah satunya Sabrina.
    Jakarta: Dua perangkat hardware Google terlampir di dokumen pendaftaran di FCC, diperkirakan terkait dengan produk Android TV baru yang dilaporkan telah dikembangkan Google selama beberapa waktu. Dengan demikian, dokumen ini mengindikasikan bahwa Google akhirnya bersiap untuk segera merilisnya.

    Laporan XDA Developers pada bulan Juni lalu menyebut bahwa Google tengah mempersiapkan dongle TV berkodenama Sabrina, yang akan menggunakan Android TV dan remote tradisional yang kompatibel dengan UI, seperti smartphone yang mengendalikan perangkat Chromecast.

    Mengutip The Verge, salah satu dokumen yang didaftarkan di FCC mengacu pada Interactive Media Streaming Device dengan dukungan teknologi Wi-Fi dan Bluetooth. Sedangkan perangkat lain mengacu pada Wireless Device dengan dukungan teknologi Bluetooth dan cakupan daya.

    Perangkat tersebut diperkirakan sebagai Sabrina dan remote kendalinya. Kecuali membeli TV dengan software terintegrasi, tidak terdapat banyak opsi untuk Android TV saat ini. Perangkat baru ini diperkirakan sebagai upaya Google dalam menjembatani hal tersebut.

    Namun, XDA Developers awalnya melaporkan peluncuran perangkat tersebut direncanakan akan dihelat pada musim panas ini, sehingga masih ada waktu untuk membuktikannya. Sebelumnya, Google menerapkan perubahan terkait dengan pembuatan folder berbeda untuk hasil  foto Google Camera.

    Perubahan ini tersedia pada aplikasi mulai versi 7.5 dan dengan demikian, hasil foto pada Mode Portrait akan disimpan pada folder Camera dasar. Selain itu, perubahan juga diterapkan pada penamaan hasil foto Google Camera tersebut.

    Sementara itu setelah Microsoft, Twitter, dan Oracle, induk perusahaan Google yaitu Alphabet Inc. juga dikabarkan berminat membeli saham TikTok apabila dilepas ByteDance. Akhir pekan lalu dikabarkan Alphabet bergabung dalam konsorsium investor Amerika Serikat yang ingin membeli seluruh saham TikTok.

    Sang induk Google hanya ingin membeli sedikit sahamnya sehingga tidak memberikan hak baginya menentukan kebijakan perusahaan TikTok. Pihak Alphabet atau Google terutama TikTok masih enggan berkomentar atas informasi yang dianggap masih rumor.

    Apabila hal ini benar maka setidaknya Google memiliki akses ke data atau peluan beriklan yang ditujukan ke kalangan muda yang jadi basis pengguna TikTok. Google sendiri sudah memiliki platform video berupa YouTube tapi mereka sudah menutup satu-satunya media sosial miliknya yaitu Google Plus.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id