Google Protes Terhadap Kebijakan Visa Trump

    Lufthi Anggraeni - 24 Juni 2020 14:06 WIB
    Google Protes Terhadap Kebijakan Visa Trump
    Google menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan visa baru administrasi Presiden Trump.
    Jakarta: Pada hari Senin lalu, Presiden Trump mengumumkan akan menangguhkan rangkaian program visa termasuk visa pekerja tamu, seperti H-1B, yang umum digunakan oleh perusahaan teknologi untuk menarik perhatian bakat dari luas Amerika Serikat (AS).

    Kebijakan baru ini berlaku utamanya untuk pendaftar visa baru atau pemegang visa H1-B yang saat ini tidak berada di AS, seperti laporan The Verge. Sejumlah perusahaan teknologi dan grup industri telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan tersebut.

    Kebijakan visa tersebut dinilai sebagai ancaman untuk industri teknologi industri dan inovasi AS secara lebih luas. Google menekankan kontribusi imigran terhadap kehidupan publik di Amerika Serikat, tanpa secara langsung menyebutkan kebijakan tersebut.

    “Imigran tidak hanya mendorong terobosan di ranah teknologi dan menciptakan bisnis serta pekerjaan baru, namun juga memperkaya kehidupan warga Amerika Serikat,” ujar perwakilan Google Jose Castaneda.

    Selain itu, Castaneda juga menyampaikan bahwa kesuksesan berkelanjutan yang terjadi di Amerika bergantung pada akses yang dimiliki perusahaan terhadap talenta terbaik dari seluruh dunia. Khususnya saat ini, lanjut Castaneda, perusahaan teknologi membutuhkan talenta tersebut untuk membantu berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi Amerika.

    Google menjadi salah satu sponsor terbesar visa H-1B di antara perusahaan teknologi besar, mendaftarkan lebih dari 6.500 dokumen untuk visa pekerja tamu pada tahun 2019 lalu. Program yang mencakup 85 ribu pekerja di AS telah menjadi kontroversi untuk beberapa alasan.

    Baru-baru ini situs OneZero melaporkan temuan bahwa pekerja H-1B lebih rentan terhadap diskriminasi, karena status imigrasi mereka terikat dengan kepegawaian, sehingga menimbulkan kesan warga negara kelas bawah.

    The Information Technology Industry Council, grup industri yang termasuk hampir seluruh perusahaan teknologi besar, juga Google, menekankan bahwa pentingnya visa H-1B dalam mempertahankan segi kompetitif industri.

    Sebagai informasi, pada tahun 2017, administrasi Trump menangguhkan pemrosesan cepat untuk visa H-1B, ditujukan untuk mengurangi waktu tunggu secara keseluruhan. Satu bulan kemudian, White House memerintahkan tinjauan direksi dari program tersebut, meskipun hasilnya tidak pernah disampaikan kepada publik.

    Kebijakan yang disampaikan pada hari Senin lalu tersebut digambarkan sebagai respon dari kerusakan ekonomi akibat pandemik COVID-19.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id