API Baru Google Mudahkan Pengembangan AR dan VR

    Lufthi Anggraeni - 26 Juni 2020 13:08 WIB
    API Baru Google Mudahkan Pengembangan AR dan VR
    Google mengumumkan ARCode Depth API baru, berkemampuan mengombinasikan obyek digital dan nyata.
    Jakarta: API baru Google kini tersedia bagi pengembang sehingga dapat memanfaatkan pengalaman Augmented Reality (AR) baru untuk Android dan Unity. Pertama kali diumumkan pada akhir tahun 2019 lalu, API baru ini memungkinkan pengembang mengombinasikan objek digital dengan dunia nyata.

    Berdasarkan penjelasan Google, oklusi merupakan kemampuan obyek digital untuk secara akurat muncul di belakang obyek dunia nyata, seperti laporan GSM Arena. Hal ini menyebabkan obyek secara akurat bersembunyi di belakang benda seperti tembok, meja, sofa atau benda lain yang berpotensi menghalangi tampilan.

    Dengan demikian, suguhan pengalaman AR oleh perangkat pendukung API ini diklaim akan lebih realistis. Studio Game Illumix telah mengintegrasikan API baru ini pada game terbarunya, Five Nights at Freddy’s AR: Special Delivery.

    Tersedia juga sejumlah lensa Snapchat yang memanfaatkan API baru ini, termasuk lensa Dancing Hotdog dan Undersea World. Sensori ToF tidak dibutuhkan pada API ini , namun memiliki sensor tersebut akan meningkatkan pengalaman.

    Aplikasi Samsung Quick Measure juga dilaporkan akan mulai menggunakan ARCore Depth API pada Galaxy Note 10+ dan Galaxy S20 Ultra. Depth API tersedia di versi ARCore 1.18 dan kompatibel dengan ratusan juta perangkat Android kompatibel.

    Sebelumnya, Google meresmikan Google Cloud Platform region Jakarta yang menjadi pertama di Indonesia dan kesembilan di Asia Pasifik. Fasilitas ini akan memberikan dorongan pertumbuhan pesat bagi transformasi digital khususnya pemanfaatan komputasi cloud.

    Kehadiran langsung salah satu pusat layanan Google Cloud Platform di Indonesia bisa memberikan latensi yang lebih rendah untuk akses data dan aplikasi. Jadi perusahaan pelanggan di Indonesia diklaim bisa melakukan transformasi digital lebih cepat.

    Sementara itu, Presiden Trump mengumumkan akan menangguhkan rangkaian program visa termasuk visa pekerja tamu, seperti H-1B, yang umum digunakan oleh perusahaan teknologi untuk menarik perhatian bakat dari luas Amerika Serikat (AS).

    Kebijakan baru ini berlaku utamanya untuk pendaftar visa baru atau pemegang visa H1-B yang saat ini tidak berada di AS. Sejumlah perusahaan teknologi dan grup industri telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan tersebut.

    Kebijakan visa tersebut dinilai sebagai ancaman untuk industri teknologi industri dan inovasi AS secara lebih luas. Google menekankan kontribusi imigran terhadap kehidupan publik di Amerika Serikat, tanpa secara langsung menyebutkan kebijakan tersebut.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id