comscore

PANDI Promosi Digitalisasi Aksara Nusantara di Konferensi Tingkat Dunia

Cahyandaru Kuncorojati - 15 Maret 2021 09:30 WIB
PANDI Promosi Digitalisasi Aksara Nusantara di Konferensi Tingkat Dunia
Ilustrasi: Pandi
Jakarta: Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mendapatkan undangan dari UNESCO untuk memaparkan konsep program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Akasara Nusantara (MIMDAN).

Acara rencananya digelar pada pertengahan bulan November mendatang, bertempat di Paris, Prancis. Undangan tersebut diterima oleh PANDI tertanggal 3 Maret 2021. 
UNESCO akan mengadakan konferensi umum yang diikuti oleh berbagai negara menjelang akhir tahun ini. Kegiatan tersebut berisi laporan tentang implementasi atau pencapaian yang terkait dengan rekomendasi bidang pendidikan dan budaya, salah satunya adalah terkait rekomendasi bahasa daerah. 

Menurut Ming-Kuok Lim, Advisor for Communication and Information UNESCO, agenda tersebut sangat relevan dengan PANDI, yang sedang menggaungkan program MIMDAN. Program yang didukung penuh oleh UNESCO ini disebut bisa diperkenalkan lebih luas ke dunia internasional lewat konferensi tersebut. 

"UNESCO membantu memberikan informasi tentang diskusi dengan PANDI mengenai Bahasa Asli Indonesia (Aksara Nusantara). Dan menanyakan bagaimana kita bisa menyampaikan ini di Konferensi umum. UNESCO akan mencari cara dan informasi agar PANDI bisa memberikan laporannya secara langsung," tukas Ming dalam keterangannya via daring. 

UNESCO mengakui pentingnya mempromosikan multibahasa dan akses yang adil ke informasi dan pengetahuan, terutama di domain publik. Menurut Ming, UNESCO juga akan berperan dalam mendorong akses ke informasi untuk multibahasa dan keragaman budaya di jaringan informasi global.

"Mengadopsi rekomendasi mengenai promosi dan penggunaan multibahasa dan akses universal ke dunia maya. Ada usulan untuk langkah-langkah yang mendorong akses universal dan layanan digital, serta memfasilitasi pelestarian keragaman budaya dan bahasa," tambah Ming. 

Mengenai rekomendasi UNESCO tentang promosi dan penggunaan multibahasa serta akses universal ke dunia maya, ada pelaporan rutin oleh negara-negara anggota ke konferensi umum UNESCO mengenai proses implementasi atau pencapaian yang terkait dengan rekomendasi. 

"Ini sangat relevan mengingat Dekade Internasional Bahasa Pribumi (2022-2023) di mulai tahun depan," pungkas Ming.

Pada kesempatan lain, Alicia Nabilla, staf koordinator penghubung PANDI dan UNESCO, menyatakan bahwa PANDI telah berkordinasi dengan pihak Kominfo.

"Sudah mulai dijalin kordinasi antara PANDI dan MENKOMINFO atas arahan Bapak Semmy A. Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, tinggal mengatur agenda pembahasan teknis, sebelum kemudian nanti berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri," terang Alicia.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id