comscore

HiPajak Mendunia Bersama Alibaba GET Global Challenge 2020

Lufthi Anggraeni - 02 November 2020 09:23 WIB
HiPajak Mendunia Bersama Alibaba GET Global Challenge 2020
Ilustrasi
Jakarta: HiPajak, aplikasi penyedia solusi perpajakan asal Indonesia, pada September lalu dinobatkan sebagai pemenang utama kompetisi Alibaba Global E-commerce Talent (GET) Global Challenge 2020, mengungguli 2.000 tim lainnya dari 15 negara.

Aplikasi perpajakan yang dimotori oleh Tracy P. Tardia, Ricky Kurniawan, dan Anissa Martriani ini memiliki visi untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan pajak melalui platform digital.
 
Bagaimana kisah perjalanan HiPajak hingga menjadi jawara dalam Alibaba GET Global Challenge 2020? Siapa anak-anak muda dibalik aplikasi yang telah sukses mengharumkan nama Indonesia pada ajang kompetisi skala internasional ini? Apa agenda HiPajak setelah kemenangan tersebut?
 
Berawal dari sebuah misi untuk menjadikan perpajakan lebih mudah dimengerti, HiPajak berkeinginan agar tiap lapisan masyarakat Indonesia dapat mengurus perpajakannya dengan cara yang lebih sederhana dan pintar.
Keinginan ini lahir dari pengalaman pribadi para pendiri HiPajak, terutama Tracy P. Tradia, yang mengaku pernah mengalami kendala dalam mengurus perpajakan usaha keluarganya.
 
“Selama beberapa tahun, saya sempat membantu usaha keluarga, termasuk mengurus keperluan pajak. Ketika itu Saya menyadari, bahwa ada beberapa aspek dalam perpajakan yang dapat disederhanakan,” ujar Tracy P. Tardia, co-founder HiPajak.
 
Hal serupa dirasakan Annisa Martriani, Finance and Accounting HiPajak. Sebagai alumni dari jurusan perpajakan, juga berbekal pengalaman menjadi accounting di beberapa perusahaan, Annisa mengaku bahwa ada sejumlah aspek yang dapat menjadi lebih efisien dalam pengurusan perpajakan, terutama ketika dibawa ke jalur online.
 
Membumikan istilah perpajakan melalui platform yang tepatSudah menjadi pengetahuan umum bahwa istilah perpajakan tidak terlalu mudah untuk dipahami awam, bahkan bagi mereka yang telah terjun langsung sebagai praktisi sekalipun.

Mulai dari ragam istilah yang terasa ‘asing’ di telinga awam, juga bertebarannya berbagai ‘pusat informasi’ tentang perpajakan ini, dari mulai blog hingga artikel media, membuat sangat mudah bagi seseorang, terlebih generasi millennial untuk ‘tersesat’, atau lost in translation ketika sedang mengurus pajak.
 
“Harus saya akui, periode awal kami merancang blueprint HiPajak, merupakan periode yang paling menantang,” ujar Ricky Kurniawan, Business Development Manager HiPajak.

Secara spesifik, HiPajak berharap agar aplikasinya dapat mengakselerasikan kebutuhan kalangan Bisnis (terutama UMKM) serta generasi now (milenial) dengan dunia perpajakan, maka aplikasi berbasis internet menjadi platform yang dipilih.
 
Menurut survei Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) dan Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT), 85 persen kaum milenial mengaku bahwa internet merupakan media yang umum digunakan untuk mencari tahu perihal aturan dan/atau administrasi pajak.
 
“Untuk merealisasikannya, kami berguru ke banyak pihak agar dapat membumikan istilah perpajakan tanpa menyalahi makna dan atribut di setiap poinnya. Kami harus memastikan agar istilah yang digunakan tetap mudah dipahami bagi orang awam sekalipun,” ungkap Ricky, yang merupakan lulusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Semarang ini.
 
Setelah dinobatkan sebagai pemenang utama Alibaba GET Global Challenge 2020, HiPajak mengklaim mempercepat langkahnya dalam berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait di industri.

Sejak diluncurkannya di awal tahun 2020, hingga saat ini, HiPajak telah menjajaki sejumlah kolaborasi dengan sektor perbankan dan jasa layanan keuangan, berbagai start-up nasional, dan tentunya Direktorat Jenderal Pajak.
 
“Telah banyak survei yang mencatatkan bahwa kesadaran pajak generasi milenial terbilang tinggi, asalkan dapat dieksekusi dengan cara yang mudah,” ujar Tracy, yang lulus dari Jurusan Manajemen Ekonomi, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
 
Survei Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) di tahun 2018 melaporkan bahwa kelompok milenial telah memiliki kesadaran yang tinggi untuk membayar pajak, dengan pemahaman bahwa pajak merupakan kewajiban moral dan menundanya akan merugikan negara. 

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id