Uji Coba 5G, Smartfren: Kami Ingin 5G Secara Totalitas

    Cahyandaru Kuncorojati - 17 Juni 2021 15:15 WIB
    Uji Coba 5G, Smartfren: Kami Ingin 5G Secara Totalitas
    Smartfren.



    Jakarta: Smartfren berlokasi di gerai Galeri Smartfren kawasan Menteng, Jakarta, telah menggelar uji coba (trial) jaringan koneksi 5G mereka dengan disaksikan perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). 

    Di kesempatan ini President Director Smartfren Merza Fachys menjelaskan bahwa koneksi 5G yang digunakan pada pengujian berbeda dari kompetitornya yaitu Telkomsel dan Indosat Ooredoo yang lebih dulu melakukan komersialisasi jaringan 5G. Smartfren menggunakan frekuensi 26GHz.

     



    Frekuensi 26GHz ini merupakan spektrum tinggi dengan teknologi milimeterWave yang diklaim Merza punya kecepatan lebih tinggi hingga 10 kali lipat dibandingkan operator yang sudah melakukan komersialisasi yaitu di 2,3GHz. 

    Di sini diperlihatkan langsung bahwa kecepatan unduh (download) koneksi 5G Smartfren bisa mencapai 1,75Gbps. Namun kehebatan ini disebut Merza tidak langsung dijadikan Smartfren sebagai tanda kesiapan mereka menggelar komersialisasi 5G justru menjadi riset bersama terlebih dahulu.

    "Kami ingin mengetahui bagaimana sifat-sifat dari spektrum yang tinggi ini untuk menggelar layanan seluler, khususnya 5G. Trial ini dilakukan sebelum spektrum frekuensi 26GHz dilelang nantinya," ungkap Merza. 

    Merza sendiri menegaskan bahwa pihak Smartfren tidak ingin 5G hanya digunakan untuk sekadar chatting tapi lebih penting lagi untuk kebutuhan industri yang bisa menyediakan layanan lebih baik dengan manfaat koneksi 5G.

    "5G menghadirkan kecepatan dan kapasitas tinggi serta latensi yang lebih pendek sehingga sangat disayangkan jika hanya untuk sekadar chatting. Karena itu perlu dikaji bersama dengan industri dan pemerintah mengenai bagaimana penerapannya sehingga industri critical seperti medis dan transportasi bisa mendapat manfaat dari kehadiran 5G," jelasnya.

    Terlintas kesan bahwa Smartfren memang tidak akan segera melakukan komersialisasi 5G seperti Telkomsel dan Indosat Ooredoo.

    Smartfren juga belum memberikan kepastian tanggal mengajukan Surat Keterangan Uji Laik Operasi (SKLO) 5G ke Kominfo seperti kompetitornya untuk bisa melakukan komersialisasi.

    "Kami ingin gelar 5G secara totalitas, tidak sepotong-sepotong. Kita harus menata spektrum yang ada agar existing customer tidak terganggu juga menikmati pengalaman 5G yang terbaik," jawab Merza dalam sesi tanya jawab dengan media dalam konferensi virtual.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id