• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 samsung  

Nilai Tukar Rupiah Pengaruhi Posisi Samsung

Lufthi Anggraeni - 12 Oktober 2018 13:29 wib
Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics
Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant. (Medcom.id)

Kuala Lumpur: Samsung resmi meluncurkan Galaxy A terbaru, A7 dan A9. Sebagai informasi, Galaxy A7 telah tersedia di Indonesia melalui program pre-order tanggal 12-19 Oktober seharga Rp4.499.000.

Harga tersebut dinilai cukup tinggi untuk perangkat pada segmentasi menengah. Namun, Samsung menyebut hal ini turut dipengaruhi oleh peningkatan nilai tukar Dollar AS erhadap Rupiah.

"Flagship jadi makin mahal karena ada beberapa ketergantungan dengan exchange rate. Jadi keliatan lebih mahal. Dan ini juga berpengaruh ke segmen lainnya," ujar Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant.

Denny turut menyebut bahwa sejak bulan Januari 2018 lalu, Samsung telah meng-upgrade Seri A menjadi seri semi flagship, dari sebelumnya sebagai seri menengah, turut mendorong peningkatan penawaran harga untuk perangkat terbaru seri A ini.

Keputusan tersebut berdasarkan peningkatan kebutuhan serta kemampuan mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan perangkat.

Selain itu, menjadikan kaum milenial sebagai targetnya, Samsung turut menyadari kemunculan segmentasi baru pada generasi milenial, seperti mahasiswa tahun akhir, pekerja pertama serta orang tua muda.

Hal ini turut mendasari keputusan Samsung menghadirkan sejumlah perangkat pada seri A ini. Sebagai posisi, Samsung memposisikan Galaxy A7 (2018) sebagai perangkat kelas menengah, sementara Galaxy A9 (2018) sebagai perangkat mid-high.

Sementara itu, Samsung juga mengklaim sebagai pendorong perangkat segmen mid-high, dengan perolehan pangsa pasar sebesar lebih dari 80 persen.


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.