Yahoo Masih Pindai Email Pengguna

    Ellavie Ichlasa Amalia - 29 Agustus 2018 13:36 WIB
    Yahoo Masih Pindai Email Pengguna
    Yahoo ternyata masih memindai email penggunanya.
    Jakarta: Yahoo masih memindai email pengguna untuk menjual datanya ke para pengiklan. Padahal, banyak perusahaan teknologi yang tidak lagi melakukan hal ini, menurut laporan Wall Street Journal.

    Perusahaan induk Yahoo, Oath, tengah berbicara dengan para pengiklan untuk menyediakan layanan yang akan menganalisa lebih dari 200 juta akun Yahoo Mail untuk data konsumen. Sayangnya, ketika ditanya terkait hal ini, Oath tidak segera menjawab.

    Oath mengonfirmasi pada WSJ bahwa mereka memang memindai email pengguna, meski mreka hanya memindai email promosi, yang datang dari para penjual retail. Para pengguna memiliki opsi untuk melarang Yahoo melakukan hal ini.

    Alasan Oath memindai email pengguna adalah layanan email itu mahal, dan pengguna tidak bisa berharap menggunakan email secara gratis tanpa ada kompensasi apapun pada perusahaan.

    Bahkan pengguna yang membayar USD3.49 untuk layanan email premium Yahoo juga tak luput dari pemindaian ini, kecuali jika pengguna melarang Yahoo melakukan itu.

    Sementara untuk melarang Yahoo, Anda harus masuk ke bagian Ad Interest Manager dan memilih opsi "opt out". Bagian tersebut tidak bisa Anda temukan pada menu pengaturan atau Settings, membuatnya sulit untuk ditemukan.

    Oath menggunakan algoritma untuk mengelompokkan preferensi pengguna dan menempatkan cookie yang akan menunjukkan iklan sesuai dengan preferensi pengguna. Misalnya, pengguna yang sering membeli tiket pesawat akan ditandai sebagai orang yang sering berpergian oleh algoritma Oath.

    Sementara orang-orang yang mendapatkan email untuk menjadi pengendara di perusahaan ride-hailing akan ditandai sebagai "pekerja mandiri". Para pengiklan bisa menargetkan kelompok konsumen ini ketika mereka membeli iklan dari Oath.

    Email pribadi akan diacuhkan oleh algoritma sementara informasi pribadi tidak akan diberikan pada para pengiklan. Namun, algoritma seperti ini pernah membuat kesalahan.

    Selain mesin, manusia juga akan memindai email Yahoo. Seperti yang dilaporkan pada bulan April lalu, peraturan privasi Oath mengizinkan moderator manusia untuk membaca email AOL dan Yahoo untuk kepentingan iklan.

    Tampaknya, Oath berusaha keras untuk mendapatkan keuntungan dari layanan email seiring dengan usahanya untuk mengalahkan Gmail, layanan email dari Google yang jauh lebih populer.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id