Entrust Rilis Riset untuk Amankan Ruang Kerja Hybrid selama Pandemi

    Lufthi Anggraeni - 19 September 2021 09:04 WIB
    Entrust Rilis Riset untuk Amankan Ruang Kerja Hybrid selama Pandemi
    Entrust merilis riset bertajuk Securing the New Hybrid Workplace.



    Jakarta: Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung mengharuskan masyarakat, terutama pebisnis, untuk membuat rencana jangka panjang dan model kerja, sehingga sesuai dengan kondisi dan memenuhi kebutuhan karyawan dan perusahaan.

    Hal ini diungkap Entrust melalui penelitian terbaru berjudul Securing the New Hybrid Workplace, mengungkap hal yang dibutuhkan untuk mengamankan tempat kerja berbasis hybrid.

     



    Riset ini mengungkapkan bahwa mayoritas pemimpin bisnis sebesar 64 persen dan karyawan sebesar 54 persen secara global, menyebut perusahaan mereka saat ini menggunakan model kerja berbasis hybrid.

    Namun saat bekerja di kantor, sebanyak 77 persen pemimpin bisnis dan 93 persen karyawan secara global setuju bahwa penting bagi perusahaan untuk memiliki sistem yang mencatat dan melacak pengunjung masuk dan keluar gedung saat karyawan bekerja di kantor.

    Keamanan data saat ini merupakan prioritas bagi mayoritas pemimpin bisnis, sehingga sebanyak 81 persen mengatakan perusahaan mereka sudah menawarkan pelatihan keamanan data untuk karyawan.

    Namun hanya sebanyak 61 persen karyawan mengatakan perusahaan mereka menawarkan pelatihan tersebut, mengindikasikan ada kesenjangan dalam komunikasi. Entrust melakukan survei terhadap 1.500 pemimpin bisnis, 1.500 pemimpin bisnis, dan 1.500 karyawan.

    Responden tersebut berada di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, Jepang dan Singapura. Sedangkan responden dari Indonesia meliputi 150 pemimpin bisnis dan 150 karyawan.

    Riset ini menyimpulkan bahwa hybrid akan terus hadir, namun ada kekhawatiran besar akan sistem keamanan. Mayoritas pemimpin bisnis atau sebesar 82 persen di Indonesia mengatakan perusahaan mereka menggunakan model hybrid, dan 65 persen karyawan menyetujuinya.

    Sebanyak 53 persen karyawan melaporkan enam contoh produktivitas yang hilang saat bekerja secara hybrid, sementara pemimpin perusahaan mengungkapkan kebocoran data penting perusahaan sebesar 35 persen, keamanan internet rumah sebesar 19 persen, dan serangan siber 19 persen sebagai tantangan keamanan terbesar mereka.

    Riset ini juga menyimpulkan bahwa manajemen pengunjung adalah prioritas di kantor. Semua pemimpin bisnis dan 99 persen karyawan di Indonesia setuju bahwa perusahaan perlu memasang sistem yang mampu mencatat dan melacak pengunjung masuk dan keluar gedung saat karyawan bekerja di kantor.

    Selain itu, riset ini juga menyimpulkan bahwa keamanan data kantor saat karyawan bekerja di rumah menjadi tantangan baru. Perusahaan dinilai harus mengubah pendekatan keamanan data sebab karyawan lebih terdesentralisasi dibandingkan dengan sebelumnya.

    Meskipun keamanan data jadi prioritas bagi pemimpin bisnis di Indonesia, sebanyak 88 persen responden mengatakan bahwa perusahaan yang mereka pimpin menawarkan pelatihan keamanan data kepada karyawan.

    Namun, hanya 69 persen karyawan mengatakan bahwa perusahaan mereka menawarkan pelatihan tersebut. Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan komunikasi antara pemimpin perusahaan dan karyawan.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id