Korea Selatan Gunakan Gelang Elektronik Deteksi Pelanggar Isolasi

    Cahyandaru Kuncorojati - 07 April 2020 14:48 WIB
    Korea Selatan Gunakan Gelang Elektronik Deteksi Pelanggar Isolasi
    Ilustrasi. (AFP)
    Jakarta: Tidak cuma mengembangkan aplikasi yang bisa membantu merekam penyebaran virus Korona atau COVID-19. Korea Selatan juga bakal menggunakan teknologi di sebuah gelang pintar untuk menertibkan pelanggar isolasi atau physical distancing.

    Dilaporkan oleh media lokal bahwa langkah ini ditempuh pemerintah Korea Selatan karena banyaknya masyarakat di negara tersebut yang melanggar imbauan physical distancing selama pandemi COVID-19 atau virus Korona.

    "Sebagain besar masyarakat menerapkan karantina mandiri tapi dalam beberapa kasus mereka sengaja melanggarnya untuk pergi ke tempat tertentu," tutur juru bicara Kementerian Kesehatan Korea Selatan, Yoon Tae-ho dikutip dari Yonhap News.

    Baca: Apliaksi Pencegahan Covid-19 PeduliLindungi Sudah Bisa Diunduh

    "Apabila mereka tidak mentaati imbauan karantina mandiri maka pemerinta harus mulai mempertimbangkan mengambil langkah untuk mencegah hal tersebut," imbuhnya. Menurut sejauh ini pemerintah baru menyiapkan rencana penggunaan gelang eletronik untuk menekan pelanggaran physical distancing.

    Pemerintah menyadari bahwa penerapan rencana ini akan mendapatkan anggapan negatif dari masyarakat. Namun sejauh ini rencana tersebut masih dinilai menyediakan cara yang efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

    Belum diketahui secara teknis fitur maupun desain dari gelang elektronik ini, Dijelaskan bahwa nantinya gelang tersebut akan memiliki fitur GPS yang terhubung ke aplikasi monitoring yang diawasi oleh pemerintah.

    Baca: Kominfo: Aplikasi PeduliLindungi Sudah Dipakai 247 Ribu Pengguna

    Pada hari ini Selasa, 7 April 2020, tercatat ada 10.331 kasus COVID-19 di Korea Selatan dengan angka kematian sudah mencapai 192 jiwa. Pemerintah setempat sudah melakukan pemeriksaaan medis pada 477.304 orang dan kondisi saat ini diklaim bahwa angka kasus baru sudah mulai menurun.

    Selain sudah merilis aplikasi untuk menelusuri penyebaran COVID-19 atau virus Korona. Pemerintah Korea Selatan juga menyediakan aplikasi untuk mengetahui ketersediaan masker di toko obat terdekat sehingga menghindari terjadinya antrian pembeli,



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id