Data Badan Intelijen Rusia Kebobolan, 7,5TB Data Dicuri

    Cahyandaru Kuncorojati - 22 Juli 2019 08:30 WIB
    Data Badan Intelijen Rusia Kebobolan, 7,5TB Data Dicuri
    Halaman situs SyTech yang mengalami defaced sebagai bagian aksi peretasan grup 0n
    Jakarta: Nasib buruk menimpa badan intelijen Rusia yaitu FSB (Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti). Dilaporkan bahwa grup peretas bernama 0v1ru$ berhasil mencuri data berisi rencana dan langkah dari FSB.

    Laporan yang dikumpulkan menyebutkan bahwa FSB berenca diam-diam mengungkap pengguna peramban internet Tor, memantau media sosial, dan memisahkan aktivitas internet negaranya dari dunia sehingga bisa dipantau oleh pemerintah.

    Dikutip dari Forbes, pencurian data ini termasuk yang terbesar tahun ini. Tercatat sekitar 7,5 TB data milik FSB yang berhasil diintip oleh grup peretas. Aksi ini dilakukan bukan pada database milik FSB, sendiri melainkan kontraktor yang menyediakan teknologi pesanan FSB.

    Disebutkan bahwa pada 13 Juli 2019, grup peretas 0v1ru$ berhasl meretas SyTech. Perusahaan ini dikontrak FSB untuk menciptakan tool bagi FSB untuk menjelajahi internet. Grup peretas tersebut meninggalkan ikon senyum yang dikenal sebagai Yoba Face di halaman situs SyTech.

    Grup peretas 0v1ru$ ternyata diketahui sudah menyebarkan hasil data yang dicuri ke grup peretas lain yang lebih besar bernama Digital Revolution. Kemudian data tersebut dibocorkan ke berbagai media sehingga kasus ini diketahui publik dan menjadi pemberitaan berbagai media.

    Digital Revolution termasuk grup peretas yang juga ikut menargetkan FSB sebelum dilakukan grup 0v1ru$. BBC Rusia telah melaporkan berbagai proyek intelijen yang akan dilancarkan FSB di internet.

    FSB ingin melakukan de-anonymization pengguna peramban internet Tor. Seperti diketahui Tor menyediakan akses ke deep web atau dark web dengan fitur menyembunyikan identitas atau jejak penggunanya sehingga bisa tidak bisa ditelusuri.

    Diungkapkan juga oleh grup 0v1ru$, nama proyek intelijen berbasis internet yang bernama Arion, Relation, dan Hryvnia. Namun, ketiga deskripsi proyek ini tidak terungkap. Proyek besarnya adalah Rusia ingin lalu lintas internet di negaranya bisa dipantau dan tidak ada anonimitas.

    Beberapa proyek ini diduga berkaitan dengan rencana besar pemerintahan Rusia untuk menutup akses internet Rusia dengan dunia. Rencana ini pernah dilaporkan pada bulan Februari, Presiden Vladimir Putin menyetuji langkah ini dengan alasan menghindari serangan siber.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id