Genap 10 Tahun, Tokopedia Sumbang 1,5% Perekonomian Indonesia

    Cahyandaru Kuncorojati - 11 Oktober 2019 14:02 WIB
    Genap 10 Tahun, Tokopedia Sumbang 1,5% Perekonomian Indonesia
    CEO dan Co-founder Tokopedia, William Tanuwijaya.
    Jakarta: Berhasil berkontribusi sebagai startup unicorn di Indonesia, Tokopedia ternyata membuktikan ikut berkontribusi nyata atas perekomian Indonesia.

    Tokopedia dinilai membantu mempercepat pemerataan ekonomi digital di Indonesia menurut pengumuman hasil riset semalam, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Riset ini dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dalam rentang tahun 2018.

    CEO dan Co-founder Tokopedia, William Tanuwijaya dalam presentasinya menyebut beberapa poin kontribusi platform marketplace yang dia bangun. Dia menegaskan bahwa Tokopedia tidak ingin fokus berkompetisi melainkan mengutamakan kelahiran inovasi.

    "Kita enggak pernah berpikir berkompetisi jualan barang. Tapi kita melahirkan inovasi untuk membantu mitra bertransformasi ke digital. Bagi kami, pemerataan ekonomi itu sakral, pedagang desa harus bisa berdagang secara nasional," tutur William.

    Enam poin yang disebutkan William sebagai kontribusi Tokopedia kepada Indonesia. Pertama 86,55 persen penjual Tokopedia merupakan pedagang baru.

    "Tokopedia di tahun 2018 lebih dari 90 juta pengguna aktif per bulan di mana lebih dari lima juta adalah penjual. Menariknya lagi, 94 persen dari penjual ini adalah penjual skala ultra mikro, yaitu yang penjualannya di bawah Rp100 juta setahun," jelas Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico.

    Ditambahkan William bahwa penjual di Tokopedia tersebar di 96 persen kota atau kabupaten di Indonesia untuk tahun ini. Jumlah penjual di Tokopedia meningkat rata-rata hingga 150,40 persen per tahun.

    "Apabila tadi 86,55 persen adalah penjual baru, 46,3 persen penjual di Tokopedia terungkap sebelumnya bekerja sebagai karyawan dan 38,6 persen penjual merupakan produsen barang yang dijual yang 77,4 persen di antaranya menggunakan bahan baku lokal," tutur Kiki.

    Fakta kedua yang diungkapkan Kiki dan William adalah dari sisi pemberdayaan ekonomi. Tokopedia terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga 22 persen.

    "Transaksi terjadi di lintas wilayah Indonesia. Hampir 90 persen transaksi yang terjadi di kawasan Indonesia Timur, berasal dari Barat (56 persen) dan Tengah (33 persen). Sedangkan transaksi yang terjadi di Indonesia Tengah, berasal dari Barat (54 persen) dan Timur (11 persen).

    Fakta ketiga kontribusi Tokopedia adalah mereka berhasil menciptakan 10,3 persen dari total lapangan pekerjaan baru di Indonesia tahun 2019. Angka ini setara dengan 857 ribu lapangan pekerjaan baru bagi penjual aktif Tokopedia di Aceh sampai Papua.

    Fakta keempat, Tokopedia diklaim William mampu membuat harga komoditas menjadi 21 persen lebih murah. Hal ini disebut Kiki dan William karena keberhasilan Tokopedia memangkas biaya distribusi dan lainnya sehingga harga sebuah barang bisa sangat murah.

    Di tengah misi pemerataan ekonomi, William juga menyebut mereka ikut mendorong literasi digital layanan finansial untuk berinvestasi. Diklaim bahwa 79 persen pembeli menjadi lebih paham tentang produk investasi digital, salah satunya reksa dana kerja sama dengan Bareksa.

    Hasil riset mengungkapkan selama 2018, GMV (Gross Merchandise Value) atau omzet penjualan Tokopedia mencapai Rp73 triliun. Nilai ini diperkirakan meningkat menjadi Rp222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5 persen perekonomian Indonesia. Di 2018, Tokopedia telah berkontribusi sebesar Rp58 triliun yang diprediksi meningkat menjadi Rp170 triliun di 2019.

    "Tokopedia merasa PR masih panjang, misi pemerataan ekonomi digital benar-benar baru dimulai. Kalau ingin mendorong 1,5 persen, naik 10 tahun ke depan misalnya, bagaimana Tokopedia bisa berkontribusi sampai 5 persen. Kita harus terus inovasi. Memberikan petani, padagang merasakan kesuksesan yang sama. Ini akan jadi fokus kami ke depan," ujar William.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id