Airome Resmi Masuk Pasar Indonesia

    Lufthi Anggraeni - 12 November 2019 16:32 WIB
    Airome Resmi Masuk Pasar Indonesia
    Airome Technologies secara resmi hadir di pasar Indonesia dengan menggandeng Oz Forensic.
    Jakarta: Bekerja sama dengan Oz Forensics, Airome Technologies resmi mengumumkan kehadirannya di pasar Indonesia. Kerja sama keduanya bertujuan untuk mengintegrasikan solusi perbankan dan komunitas Fintech di Indonesia.

    “Solusi terintegrasi kami dengan Oz Forensic bertujuan untuk melindungi pengguna perbankan digital dari penipuan, terlepas dari fitur keamanan yang dimiliki oleh bank atau instrumen yang mereka gunakan,” ujar Co-Founder dan CEO dari Airome Technology Denis Kalemberg.

    Kombinasi teknologi biometrik dan tanda tangan digital disebut Kalemberg menyediakan solusi terpadu dan terpercaya dalam melakukan operasi secara sederhana dan aman. Selain itu, kombinasi teknologi ini juga menyediakan perlindungan bagi klien di saluran digital.

    Selain itu, kombinasi kedua teknologi ini juga diklaim mudah untuk diintegrasikan serta hemat biaya untuk bank. Solusi tersebut diklaim Kalemberg akan menjadi solusi penting bagi pelaku industri perbankan di Indonesia.

    Hal tersebut mengingat saat ini industri ini merupakan salah satu yang terdampak oleh disrupsi digital. Kerja sama Airome Technologies dan Oz Forensic memungkinkan klien untuk mengintegrasikannya secara mudah pada layanan bank jarak jauh dan aplikasi mobile dari berbagai bank di Indonesia.

    Airome Technologies menawarkan perlindungan tingkat tinggi bagi kliennya dan cara yang mudah untuk menjaga keamanan bertransaksi digital yang dilakukan melalui antara lain perbankan internet, perbankan mobile, transaksi tanpa kartu (card-not-present/CNP), dan private banking.

    Sementara itu, Oz Forensics menawarkan bantuan dalam mengurangi risiko penipuan dan kerugian digital melalui automasi proses onboarding online, dengan memanfaatkan kemampuan analisis gambar, video dan biometrik.

    Kehadiran solusi ini selaras dengan laporan e-Conomy SEA 2019, terkait penetrasi layanan keuangan di Asia Tenggara. Laporan ini memprediksi sebanyak 92 juta masyarakat non pengguna layanan perbankan, dan 47 juta masyarakat tanpa akses ke layanan perbankan, akan diuntungkan dari kehadiran layanan keuangan digital.

    Pertumbuhan ini turut memicu kemunculan penjahat siber yang menjadikan Indonesia sebagai target utama mereka. Indonesia juga dilaporkan laporan Security Financial Services Attack Economy 2019 menempati urutan kedelapan dari daftar negara yang mengalami ancaman kebocoran dan penyalahgunaan data, dalam kurun waktu dari bulan November 2017 hingga April 2019.

    Sebagai informasi, kebocoran dan penyalahgunaan data ini merupakan serangan umum berupa injeksi otomatis dengan memanfaatkan nama pengguna dan password untuk digunakan dalam sistem autentikasi seperti form login.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id