Terkendala Internet, Sekolah di Mataram Dibantu Bakti Kominfo

    Gervin Nathaniel Purba - 29 September 2020 17:06 WIB
    Terkendala Internet, Sekolah di Mataram Dibantu Bakti Kominfo
    Dalam menyediakan akses internet ke sekolah, Bakti Kominfo melakukan kerja sama dengan beberapa startup (Foto:MI/Sumaryanto Bronto)
    Mataram: Akses internet menjadi kunci utama dalam menunjang kelancaran kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah. Dalam pelaksanaannya, tantangan yang dihadapi setiap sekolah tidak sama. Salah satunya, perbedaan kondisi geografis.

    Faktor kondisi geografis dialami oleh sekolah MAN 2 Model Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski telah tersambung dengan internet, kendala dalam penyelenggaraan PJJ tetap terjadi.

    Nur Hidayah, orang tua murid, mengungkapkan anaknya kerap terkendala gangguan sinyal internet. Kejadian ini tidak terjadi sekali dua kali saja, namun sering. 

    "Sekalipun ada keluhan, mau tidak mau tetap harus kita siapkan (internet) untuk menunjang PJJ demi masa depan mereka. Dukungan sekolah juga luar biasa, telah menyiapkan WiFi," ujar Nur, dalam sebuah wawancara di program Metro TV.

    Nabila Damayanti, anak perempuan Nur Hidayah, mengatakan menikmati kegiatan PJJ. Salah satu keuntungan PJJ adalah ia tak perlu tergesa-gesa bangun pagi setiap hari untuk berangkat ke sekolah. Proses belajar yang dibantu orang tua menjadi pengalaman baru bagi Nabila. Selain itu, Nabila lebih lebih leluasa mencari jawaban dengan bantuan mesin pencari. Misalnya, Google dan YouTube.

    Berbicara kekurangan sistem PJJ, Nabila bilang kerap terkendala untuk berdiskusi dengan guru dalam menyelesaikan tugas yang sulit.

    "Bagian enggak enaknya kalau diberi tugas. Kadang ada yang enggak dimengerti, ingin bertanya, tapi bingung. Kalau tatap langsung, dijelaskan di sekolah, lebih mudah paham," kata Nabila yang sehari-hari menggunakan laptop saat PJJ.

    Kepala Sekolah MAN 2 Model Mataram Lalu Syauki mengatakan proses PJJ dilakukan melalui video conference. Dengan cara itu, guru bisa mengawasi peserta didik melalui daring, sekaligus melakukan interaksi.

    Dalam mengatasi jaringan, para guru biasanya datang ke sekolah untuk menggunakan akses internet yang sudah disiapkan sekolah. Ada ruangan khusus bagi para guru untuk melakukan kegiatan PJJ.

    Terkendala Internet, Sekolah di Mataram Dibantu Bakti Kominfo

    Berbeda dengan MAN 2 Model Mataram, SMAN 5 Mataram sudah melalukan simulasi tatap muka. Kegiatan tatap muka ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para siswa/i dan guru wajib menggunakan masker. Duduk juga menjaga jarak, setiap satu meja hanya diisi satu orang murid. Sebelum masuk area sekolah, murid wajib diperiksa suhu tubuhnya. Pihak sekolah juga menyediakan dan mewajibkan penggunaan hand sanitizer.

    Kepala Sekolah SMAN 5 Mataram Arofiq Dardiri mengatakan simulasi ini sudah dipersiapkan sejak lama, yaitu dimulai dengan mengisi instrumen sekolah. Lalu, instrumen tersebut dinilai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

    "Setelah sekolah kami dinyatakan siap, kami diberi waktu untuk simulasi," ujar Arofiq.

    Kelancaran kegiatan tatap muka ini juga berkat dukungan para orang tua murid. Menurut Arofiq, pihak sekolah tidak mempermasalahkan jika ada orang tua yang tak mengizinkan anaknya menjalani kegiatan tatap muka. Kekhawatiran tertular virus covid-19 menjadi pertimbangan.

    "Kami berikan surat pernyataan kepada orang tua. Apabila orang tua tidak mengizinkan, tidak apa-apa. Kami tetap akan melayani via daring," katanya.
     


    Bakti untuk Negeri, Dukung Kelancaran PJJ 


    Memastikan ketersediaan jaringan internet di berbagai wilayah Indonesia menjadi tanggung jawab Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo dalam menjamin kelancaran kegiatan PJJ.

    Terkendala Internet, Sekolah di Mataram Dibantu Bakti Kominfo

    Dalam menyediakan akses internet ke sekolah, Bakti Kominfo melakukan kerja sama dengan beberapa startup. Hasil kerja sama tersebut digunakan untuk penyediaan e-learning yang akan digunakan oleh peserta didik.

    "Hadirnya Bakti memang dikhususkan untuk publik. Jadi, Bakti itu ada untuk membangun infrastruktur telekomunikasi untuk daerah yang membutuhkan. Khususnya yang belum memiliki sinyal seluler dan belum masuk internet," kata salah satu anggota tim Bakti Kominfo, Divisi Layanan Teknologi Informatika untuk Pemerintah, Hartasia Susan Panadea.

    Evaluasi dalam menyukseskan kegiatan PJJ ini juga dilakukan secara berkala. Pihaknya sering melakukan rapat koordinasi dengan masing-masing pemerintah daerah. Namun karena situasi pandemi, rapat dilakukan secara daring.

    "Jika memang ada keluhan masalah internet, kami menyediakan layanan call center Bakti. Setiap perangkat internet sudah ada nomor Bakti dan nomor kota penyedia internet tersebut," kata Hartasia.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id