• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Strategi Netflix Berikan Pengalaman Terbaik di Ponsel

Mohammad Mamduh - 09 November 2018 11:51 wib
VP of Product Netflix Todd Yellin
VP of Product Netflix Todd Yellin

Jakarta: Netflix menyebut tengah fokus pada platform mobile untuk memberikan pengalaman menonton yang tidak kalah seru disbanding menonton lewat perangkat lain yang punya ukuran layer lebih besar.

Selain personalisasi, Netflix memakai algoritma dan pembelajaran mesin untuk mengetahui sikap manusia saat menonton via smartphone.

“Sekitar dua per tiga pengguna Netflix menonton dari smartphone,” kata VP of Product Netflix Todd Yellin dalam acara See What’s Next Asia.

Ia mengungkapkan, tantangannya adalah ukuran layar smartphone yang tidak besar, dan konsumsi data yang juga tidak kecil. Untuk personalisasi, Netflix menerapkan fitur tagar, yang memberikan referensi singkat ketika pengguna melihat satu judul film.

“Satu film punya belasan tagar. Pengguna tidak akan melihat semua tagar ini. Kita tampilkan yang sesuai saat mereka mencari film dengan tema tertentu.”

Dari halaman depan, Netflix mencoba mengurangi jumlah tulisan dan gambar yang dirasa terlalu banyak. Satu halaman depan menampilkan Sembilan judul film, yang terbagi dalam tiga kategori. Ini dinilai proporsional, dan setiap judul film punya satu poster yang ukurannya tidak terlalu kecil.

Pengalaman menonton di ruang keluarga pastinya tidak sama dengan menonton via ponsel. Pengguna smartphone gemar memutar film secara horizontal, dan perkembangan tren embuat konsumen makin gemar menonton video secara vertikal.

Netflix sadar akan hal tersebut, dan mereka ikut menerapkan mode vertikal. “Kita juga bisa tampilkan cuplikan dalam mode vertikal. Durasinya sekitar 30 detik.”

Tantangan berikutnya yang dilihat adalah pasar Asia yang punya banyak pengguna smartphone. Sayangnya, kecepatan jaringan di beberapa negara tidak sebaik di Eropa atau AS. Selain itu, kapasitas penyimpanan juga merupakan satu aspek yang harus diperhitungkan.

Director of Algorithm Anne Aaron mengatakan Netflix punya berbagai cara untuk menutup masalah ini.

“Beberapa negara di Asia punya bandwidth internet yang rendah, paket data internet yang tak fleksibel, dan penyimpanan ponselnya terbatas. Strategi kita adalah modifikasi pada video encoding,” kata Anne.

Pada tahun 2011, Netflix memasang satu format untuk semua film. Empat tahun kemudian, mereka mulai mengolah encoding per judul film. Saat itu, mereka paham metode pengolahan film animasi tidak sama dengan film nyata.

“Pada tahun ini, kita terapkan Per Shot Encoding.” Pengolahan video kali ini berdasarkan satu adegan, yang mungkin punya efek dan detil objek lebih banyak dari adegan lain.

Dengan begitu, optimalisasi kualitas video akan berdampak pada konsumsi data yang lebih rendah. Anne mengklaim metode ini lebih hemat 64 persen untuk konsumsi bandwidth, dari 750Kbps menjadi 270kbps.

Ia juga mengatakan saat ini, data sebesar 4GB setara dengan menonton Netflix selama 26 jam. “Target kami berikutnya adalah data 4GB setara dengan menonton selama 33 jam.”


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.