Strategi Netflix Berikan Pengalaman Terbaik di Ponsel

    Mohammad Mamduh - 09 November 2018 11:51 WIB
    Strategi Netflix Berikan Pengalaman Terbaik di Ponsel
    VP of Product Netflix Todd Yellin
    Jakarta: Netflix menyebut tengah fokus pada platform mobile untuk memberikan pengalaman menonton yang tidak kalah seru disbanding menonton lewat perangkat lain yang punya ukuran layer lebih besar.

    Selain personalisasi, Netflix memakai algoritma dan pembelajaran mesin untuk mengetahui sikap manusia saat menonton via smartphone.

    “Sekitar dua per tiga pengguna Netflix menonton dari smartphone,” kata VP of Product Netflix Todd Yellin dalam acara See What’s Next Asia.

    Ia mengungkapkan, tantangannya adalah ukuran layar smartphone yang tidak besar, dan konsumsi data yang juga tidak kecil. Untuk personalisasi, Netflix menerapkan fitur tagar, yang memberikan referensi singkat ketika pengguna melihat satu judul film.

    “Satu film punya belasan tagar. Pengguna tidak akan melihat semua tagar ini. Kita tampilkan yang sesuai saat mereka mencari film dengan tema tertentu.”

    Dari halaman depan, Netflix mencoba mengurangi jumlah tulisan dan gambar yang dirasa terlalu banyak. Satu halaman depan menampilkan Sembilan judul film, yang terbagi dalam tiga kategori. Ini dinilai proporsional, dan setiap judul film punya satu poster yang ukurannya tidak terlalu kecil.

    Pengalaman menonton di ruang keluarga pastinya tidak sama dengan menonton via ponsel. Pengguna smartphone gemar memutar film secara horizontal, dan perkembangan tren embuat konsumen makin gemar menonton video secara vertikal.

    Netflix sadar akan hal tersebut, dan mereka ikut menerapkan mode vertikal. “Kita juga bisa tampilkan cuplikan dalam mode vertikal. Durasinya sekitar 30 detik.”

    Tantangan berikutnya yang dilihat adalah pasar Asia yang punya banyak pengguna smartphone. Sayangnya, kecepatan jaringan di beberapa negara tidak sebaik di Eropa atau AS. Selain itu, kapasitas penyimpanan juga merupakan satu aspek yang harus diperhitungkan.

    Director of Algorithm Anne Aaron mengatakan Netflix punya berbagai cara untuk menutup masalah ini.

    “Beberapa negara di Asia punya bandwidth internet yang rendah, paket data internet yang tak fleksibel, dan penyimpanan ponselnya terbatas. Strategi kita adalah modifikasi pada video encoding,” kata Anne.

    Pada tahun 2011, Netflix memasang satu format untuk semua film. Empat tahun kemudian, mereka mulai mengolah encoding per judul film. Saat itu, mereka paham metode pengolahan film animasi tidak sama dengan film nyata.

    “Pada tahun ini, kita terapkan Per Shot Encoding.” Pengolahan video kali ini berdasarkan satu adegan, yang mungkin punya efek dan detil objek lebih banyak dari adegan lain.

    Dengan begitu, optimalisasi kualitas video akan berdampak pada konsumsi data yang lebih rendah. Anne mengklaim metode ini lebih hemat 64 persen untuk konsumsi bandwidth, dari 750Kbps menjadi 270kbps.

    Ia juga mengatakan saat ini, data sebesar 4GB setara dengan menonton Netflix selama 26 jam. “Target kami berikutnya adalah data 4GB setara dengan menonton selama 33 jam.”



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id